Transaksi Paylater Melonjak 100%, Tokopedia Gandeng Fintech Lending

Tokopedia mencatat, transaksi paylater meningkat dua kali lipat selama pandemi corona. Unicorn e-commerce ini pun menggadeng fintech lending, Indodana.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
11 Desember 2020, 18:13
Transaksi Paylater Naik 100% saat Pandemi, Tokopedia Gaet Indodana
tokopedia
Ilustrasi platform Tokopedia

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan e-commerce, Tokopedia mencatatkan peningkatan transaksi menggunakan layanan bayar kemudian atau paylater 100% atau dua kali lipat selama pandemi corona. Untuk memenuhi permintaan, unicorn ini pun menggandeng startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) Indodana.

Senior Lead Business Development (Fintech) Tokopedia Marina Ivana Tjuanda menilai, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa paylater menjadi kebutuhan selama pandemi Covid-19. “Dengan kolaborasi strategis, dapat mempermudah untuk memenuhi permintaan,” katanya saat konferensi pers virtual, Jumat (11/12).

Selama ini, Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai fintech seperti Taralite dan Kredivo untuk layanan paylater . Taralite diakuisisi oleh OVO pada Maret 2019.

Kini, perusahaan menggandeng Indodana untuk menyediakan pinjaman hingga Rp 25 juta. Kolaborasi ini dilakukan ketika pendapatan sebagian masyarakat menurun akibat pagebluk virus corona.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran bertambah 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang per Agustus. Alhasil, tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik dari 4,99% pada Februari menjadi 7,07%. Ini juga memengaruhi daya beli masyarakat.

BPS pun mencatat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga terkontraksi 4,04% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III. Namun, masih lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya negatif 5,52%,

Marina menilai, masyarakat membutuhkan pendanaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Fitur paylater dapat menjadi solusi keuangan alternatif di masa pandemi," ujarnya.

Vice President of Business and Operations Indodana Jerry Anson mengatakan, perusahaan mengandalkan teknologi manajemen risiko berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memitigasi kredit macet. “Situasi sekarang ini memang tidak menentu. Kami mengerti banyak masyarakat yang terkena dampak, maka diberi kemudahan dengan paylater," ujarnya.

Di satu sisi, paylater lebih banyak digunakan untuk konsumtif seperti membeli barang di e-commerce. Berbeda dengan pinjaman produktif yang bertujuan untuk modal kerja atau usaha.

Meski begitu, Jerry optimistis dapat memitigasi risiko gagal bayar dengan menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya, “kami memberikan keringanan tagihan kredit,' ujarnya.

Indodana pun telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 1 triliun. "Selain konsumtif seperti paylater, kami menyasar segmen produktif agar sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait