Tunggu Izin dari BI, OVO Target Luncurkan PayLater di Kuartal I 2020

Saat ini layanan paylater OVO masih dalam tahap ujicoba, namun peminatnya sudah cukup banyak.
Cindy Mutia Annur
28 November 2019, 21:00
ovo paylater, fintech, pembayaran digital
OVO
Masih dalam tahap ujicoba, layanan OVO PayLater ditargetkan meluncur resmi tahun depan.

Platfrom pembayaran digital OVO menargetkan bakal meluncurkan layanan pembayaran cicilan tanpa kartu kredit atau paylater secara resmi pada kuartal I 2020.

Terkait hal tersebut, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan saat ini prosesnya masih dalam tahap perizinan di Bank Indonesia (BI). Meski demikian, dia optimistis layanan tersebut bisa secara resmi meluncur tahun depan.

"Kami masih uji coba (paylater), masih menunggu masukan dari BI dan izinnya masih dalam tahap pembicaraan. Mudah-mudahan kuartal pertama tahun depan (meluncur)," ujar Karaniya di sela-sela acara Indonesia Digital Conference 2019, di Jakarta, Kamis (28/11). 

Perlu diketahui, OVO mengakuisisi PT Indonusa Bara Sejahtera atau Taralite, untuk menyediakan layanan paylater. Per Mei 2019, layanan OVO PayLater telah tersedia di 200 ribu mitra mulai dari Hypermart, ACE Hardware hingga kuliner seperti Hoka-Hoka Bento dan Bakmi GM.

Advertisement

(Baca: Riset: Fitur Paylater OVO Paling Banyak Digunakan Tahun Ini)

“Sejak peluncuran OVO PayLater, kami menyadari tingginya antusiasme dari masyarakat terhadap layanan ini,” kata Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih kepada Katadata.co.id, Rabu (20/11).

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, fitur paylater sempat ada di halaman depan aplikasi OVO. Namun, seiring dengan tampilan OVO yang baru, fitur tersebut hilang. Namun di aplikasi Tokopedia, layanan OVO PayLater masih ada.

Sinta tidak berkomentar terkait hal itu. Dia hanya mengatakan bahwa perusahaanya berfokus pada konsumen. “Kami terus berupaya meningkatkan layanan ini dari segi registrasi, keamanan, penggunaan maupun sistem cicilan agar dapat diterima oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Selain itu, perusahaannya mengkaji berbagai layanan keuangan, salah satunya pinjaman. “Kami sedang mengkaji berbagai produk pinjaman untuk beragam segmen pengguna di antaranya konsumen dan UMKM,” kata dia.

(Baca: Tak Kuat ‘Bakar Uang’, Bos Lippo Akui Jual Dua Pertiga Saham OVO)

Aplikasi OVO telah diunduh lebih dari 115 juta kali. Perusahaan fintech pembayaran ini juga sudah menggaet sekitar 500 ribu mitra penjual di 354 kota Indonesia, yang sekitar 300 ribu di antaranya adalah usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Perlu diketahui, fintech besutan Gojek, GoPay, telah lebih dahulu meluncurkan layanan paylater sejak September 2018. Langkah itu kemudian disusul oleh OVO awal tahun ini. DANA dan LinkAja pun tengah mengkaji layanan serupa.

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait