Bidik UMKM, Gojek Gaet BCA Buat Mesin Pembayaran Kode QR dan Kartu

Gojek menggaet BCA meluncurkan perangkat untuk pembayaran mirip mesin EDC. Namun, alat ini mendukung transaksi berbasis kode QR dan kartu.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
15 Desember 2020, 18:49
Bidik UMKM, Gojek Gaet BCA Buat Mesin Pembayaran Kode QR dan Kartu
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi helm Gojek

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek menggandeng Bank Central Asia (BCA) membuat perangkat untuk transaksi bernama GoBiz Plus. Mesin ini mirip electronic data capture atau EDC, namun dapat menerima pembayaran berbasis kode Quick Response atau QR Code maupun kartu.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, pembuatan perangkat pembayaran tersebut sejalan dengan kebutuhan konsumen dan semakin mendukung transaksi non-tunai. Selain itu, GoBiz Plus melengkapi strategi perusahaan untuk menggaet lebih banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Gojek memiliki peranan untuk mendukung pelaku usaha agar terus memperoleh akses go-digital, terutama saat pandemi corona,” kata Andre dikutip dari siaran pers, Selasa (15/12).

Saat ini, Gojek menggaet 900 ribu mitra usaha di Asia Tenggara. Decacorn Tanah Air ini juga mengembangkan sejumlah layanan bagi UMKM seperti GoBiz, GoToko, GoFood, dan yang terbaru GoStore.

Kali ini, startup jumbo tersebut meluncurkan perangkat keras (hardware) untuk pembayaran. “Kerja sama dengan BCA membuat GoBiz Plus berbeda dan memiliki kemampuan yang belum dimiliki perangkat lain di Indonesia, yaitu platform terbuka (open platform),” ujar Andre.

GoBiz Plus memungkinkan penerimaan  seluruh jenis pembayaran non-tunai. “Ini agar kegiatan transaksi lebih efisien,” katanya. Sedangkan perusahaan mengenakan biaya transaksi Rp 4.900 per hari dan Rp 490 ribu untuk biaya pendaftaran.

Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, kolaborasi tersebut untuk mendukung UMKM. “Perusahaan mengimplementasikan teknologi yang memungkinkan pengguna memilih berbagai opsi pembayaran. Kerja sama ini diharapkan mendorong efisiensi demi terwujudnya ekosistem non-tunai,” kata dia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra menambahkan, perangkat tersebut membantu pemerintah memenuhi target inklusi keuangan. Selain itu, “meningkatkan daya saing UMKM,” ujar dia.

Perangkat tersebut diharapkan meningkatkan potensi transaksi UMKM selama pandemi corona. Ini mengingat masyarakat diimbau meminimalkan kontak fisik, termasuk saat berbelanja.

Gojek memang semakin fokus menyediakan solusi bagi UMKM. Pada September lalu, startup ini meluncurkan platform GoToko dengan model business to business (B2B).

Decacorn Tanah Air itu menghadirkan solusi usaha dari hulu ke hilir bagi para pemilik warung kelontong. Melalui aplikasi GoToko, pemilik warung dapat memesan produk konsumsi kemasan dari sejumlah merek (brand).

Yang terbaru, Gojek meluncurkan bisnis social commerce lewat GoStore. Ini memungkinkan UMKM berjualan lewat toko online dan memasarkannya di media sosial. Sedangkan pengiriman bisa melalui GoSend dan pembayarannya menggunakan GoPay.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait