Incar Pasar Asia Tenggara, Startup Logistik Waresix Akuisisi Trukita

Startup logistik Waresix mengakuisisi korporasi sejenis, Trukita untuk mendukung rencana ekspansi ke Asia Tenggara. Perusahaan rintisan ini raih investasi dari Emtek pada September lalu.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
17 Desember 2020, 11:10
Incar Pasar Asia Tenggara, Startup Logistik Waresix Akuisisi Trukita
ev growth
Ilustrasi, Waresix

Startup di bidang logistik, Waresix mengakuisisi korporasi sejenis, Trukita. Perusahaan rintisan ini menargetkan bisa menciptakan jaringan logistik terbesar di Asia Tenggara.

Waresix memperoleh pendanaan pada September lalu dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), EV Growth, dan Jungle Venture. SoftBank Ventures Asia, Pavilion Capital, dan Redbadge Pacific turut berpartisipasi.

Tiga bulan setelahnya, Waresix mulai mengakselerasi bisnis dengan mengakuisisi startup teknologi yang menawarkan jasa angkut barang dan truk untuk pengiriman first mile, Trukita. Ini melengkapi bisnis Waresix yang berfokus pada mid-mile.

Dengan begitu, Waresix kini menawarkan layanan logistik end-to-end yang melayani semua aspek rantai pasokan termasuk truk, gudang, transportasi multimoda dan manajemen vendor. Startup ini mengincar nilai pasar logistik pelabuhan dan laut Indonesia yang diprediksi US$ 60 miliar.

“Akuisisi ini sejalan dengan strategi kami melengkapi kemampuan di bidang jasa logistik mid mile,” ujar Co-founder sekaligus CEO Waresix Andree Susanto dikutip dari siaran pers, Kamis (17/12).

Dalam konteks logistik business to business (B2B), pengiriman first-mile biasanya mencakup pengangkutan barang dari pelabuhan dan gudang. Distribusi middle-mile memungkinkan pengiriman antargudang atau langsung kepada distributor.

Sedangkan last-mile yakni langkah terakhir dari rantai pasokan. Produk dikirimkan dari distributor kepada pengecer.

Waresix akan berfokus pada layanan mid-mile yang menghubungkan pengirim dan bisnis terhadap layanan truk dan gudang. Sedangkan Trukita mengoperasikan platform marketplace jasa angkut barang dan truk.

Trukita menghubungkan pelaku bisnis dengan pemilik truk. Perusahaan ini juga menyediakan layanan real-time tracking, analisis bisnis, pembayaran online dan optimalisasi rantai pasokan.

“Strategi ini memungkinkan kami menggabungkan keahlian dan jaringan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan. Selain itu, menawarkan rangkaian jasa yang lebih komprehensif kepada pelanggan,” ujar Andre.

Co-Founder sekaligus CEO Trukita Ady Bangun mengatakan, kolaborasi dengan Waresix membuat layanan lebih holistik. Ia optimistis, kedua perusahaan dapat mengatasi persoalan efisiensi rantai pasokan di Indonesia, seperti ketidakpastian pengiriman dan tingginya biaya.

Hal itu karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Barang tidak dapat diangkut hanya menggunakan truk atau moda transportasi darat. Butuh transportasi multimoda, yang terdiri dari solusi darat, laut, dan pergudangan untuk dapat menjangkau pulau terpencil.

Oleh karena itu, Waresix mengakuisisi Trukita untuk dapat mengatasi persoalan tersebut dengan one stop solution. Saat ini, Waresix beroperasi di lebih dari 100 kota di Indonesia dan mengelola 40 ribu lebih truk dan 375 gudang.

Perusahaan rintisan itu juga melayani lebih dari 250 korporasi dari berbagai bidang usaha termasuk komoditas, Fast Moving Consumer Good (FMCG), perlengkapan industrial, infrastruktur, dan ritel. Beberapa kliennya yakni Unilever, Indofood, Siam Cement Group, Wings, dan JD.ID.

 

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait