Pendiri Kopi Kenangan Bentuk Kenangan Fund untuk Danai Startup

Pendiri Kopi Kenangan membentuk Kopi Kenangan yang memberikan pendanaan kepada startup Indonesia. Besaran investasinya sekitar US$ 10 ribu hingga US$ 150 ribu.
Desy Setyowati
12 Maret 2021, 17:56
Pendiri Kopi Kenangan Bentuk Kenangan Fund untuk Danai Startup
Instagram/@kopikenangan.id
Kopi literan Kopi Kenangan

Pendiri Kopi Kenangan membentuk Kenangan Fund, inisiatif permodalan bagi investor individu (angel investor). Wahana ini berfokus memberikan pendanaan kepada startup Indonesia yang potensial.

Para pendiri Kopi Kenangan yakni Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa menjadi investor di Kenangan Fund. Mereka menilai, investasi di startup merupakan peluang yang tidak boleh dilewatkan.

Selain itu, “pikiran untuk bisa bekerja sama dengan talenta hebat di Indonesia tentunya sangat bermanfaat bagi kami,” kata Edward kepada Katadata.co.id, Jumat (12/3).

Namun, Kenangan Fund belum menetapkan sektor startup yang diincar. “Selama fokusnya di Indonesia dan memiliki potensi pertumbuhan eksponensial,” ujar dia.

Advertisement

Sejauh ini, Kenangan Fund sudah memberikan pendanaan kepada NOICE, Otoklix, dan Dropezy. Rata-rata pendanaan sekitar US$ 10 ribu hingga US$ 150 ribu (Rp 143,9 juta – Rp 2,6 miliar).

Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company bertajuk eConomy SEA 2020, nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diperkirakan US$ 44 miliar atau Rp 619 triliun.

Nilai ekonomi digital di Indonesia dan transaksi per sektor
Nilai ekonomi digital di Indonesia dan transaksi per sektor (Google, Temasek, dan Bain and Company: e-Conomy 2020)

Sedangkan pada 2025, nilainya diperkirakan US$ 124 miliar. Rinciannya tertera pada Databoks di bawah ini:

Per semester I tahun lalu, pendanaan ke startup Indonesia US$ 2,8 miliar. Salah satu sektor yang diminati oleh investor yakni kuliner, termasuk Kopi Kenangan.

Peretail minuman dengan konsep grab and go itu meraih pendanaan seri B US$ 109 juta atau sekitar Rp 1,62 triliun pada Mei 2020 lalu. Kopi Kenangan pun berencana merambah Thailand dan Malaysia pada kuartal III atau IV 2021.

Edward mengatakan, kondisi likuiditas perusahaan aman selama pandemi Covid-19, karena telah memperoleh pendanaan pada awal tahun lalu. Oleh karena itu, perusahaan tak berencana menggalang putaran investasi pada tahun ini.

“Kami merasa perlu bebenah secara internal. Harus mencapai target-target dulu, baru memikirkan pendanaan,” kata Edward dalam acara Editor Gathering virtual, Januari lalu (19/1). Sedangkan pencatatan saham perdana atau IPO ditarget pada 2023.

Sepanjang tahun lalu, penjualan Kopi Kenangan rerata empat juta gelas per bulan. Mayoritas pembelian langsung ke gerai, yang sekitar 40% di antaranya menggunakan aplikasi Kopi Kenangan.

Sedangkan jumlah pengguna mencapai satu juta. Jumlah transaksi pun meningkat 100% pada tahun lalu.

Kopi Kenangan juga menambah sekitar 200 gerai baru pada tahun lalu. “Kami membangun toko yang mudah dijangkau, jadi mayoritas pembelian langsung,” kata CMO Kopi Kenangan Cynthia Chaerunnisa.

Peretail minuman itu pun merambah produk baru yakni roti dengan nama Cerita Roti pada akhir 2020. Pada tahun ini, Kopi Kenangan ingin menyediakan kukis dan ayam goreng.

Perusahaan juga berencana membangun museum kopi Indonesia, setidaknya satu pada tahun ini.

 

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait