India Gaet Belasan Perusahaan untuk Garap 5G, Huawei Tak Masuk

Image title
5 Mei 2021, 10:54
India Gaet Belasan Perusahaan untuk Garap 5G, Huawei Tak Masuk
123RF.com
Logo Huawei

Pemerintah India memberikan izin pengembangan jaringan internet generasi kelima atau 5G kepada belasan perusahaan telekomunikasi global seperti Ericsson, Nokia, dan Samsung. Namun, perusahaan asal Tiongkok seperti Huawei dan ZTE tidak masuk.

India juga menggaet operator seluler seperti Airtel dan Jio Platform. TechCrunch melaporkan, ada lebih dari 12 perusahaan yang mendapatkan izin untuk menguji coba 5G.

“Itu termasuk menguji karakteristik spektrum 5G, khususnya dalam konteks India," kata Kementerian Telekomunikasi dikutip dari TechCrunch, Selasa (4/5).

Perusahaan juga akan menguji model tuning dan mengevaluasi peralatan, serta vendor yang dipilih. Kemudian, menguji teknologi asli, aplikasi hingga perangkat 5G.

Uji coba dilakukan hingga lingkungan perdesaan dan semi-perkotaan. "Ini supaya manfaat teknologi 5G berkembang di seluruh negeri dan tidak terbatas hanya di perkotaan," ujar kementerian.

Spektrum eksperimental yang diberikan mencakup berbagai pita frekuensi seperti 3,2 GHz - 3,67 GHz, gelombang milimeter 24,25 GHz - 28,5 GHz, dan sub-gigahertz 700 GHz. Penyedia layanan teknologi juga akan diizinkan menggunakan spektrum yang mereka miliki yakni 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, dan 2500 MHz untuk menguji coba 5G.

Akan tetapi, tidak ada perusahaan Tiongkok yang mendapatkan izin uji coba 5G di India, termasuk Huawei dan ZTE. Padahal, Huawei memiliki jumlah paten terbanyak, seperti terlihat pada Databoks berikut:

Dua pejabat mengatakan pada Maret lalu, bahwa New Delhi kemungkinan melarang operator seluler bekerja sama dengan Huawei. "Pemblokiran ini ada di bawah aturan pengadaan yang akan mulai berlaku Juni," kata kedua sumber dikutip dari Reuters, Selasa (4/5).

Setelah 15 Juni, operator seluler lokal hanya dapat membeli jenis peralatan tertentu dari sumber yang disetujui negara. New Delhi juga dapat membuat daftar pengadaan dari pemasok yang dilarang. Huawei dan ZTE kemungkinan besar masuk dalam daftar yang diembargo.

Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross memang sempat mendesak India dan sekutu lainnya untuk memblokir Huawei. Selain itu, terjadi ketegangan geo-politik antara India dan Tiongkok di perbatasan bersama sejak tahun lalu.

Pemerintah India bahkan mengubah aturan yang mempersulit perusahaan Tiongkok berinvestasi di Negeri Bollywood. India juga melarang lebih dari 200 aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok, UC Browser, dan PUBG Mobile. Alasannya, keamanan siber.

Advertisement

Padahal, Statista memperkirakan jumlah pengguna perangkat ponsel pintar (smartphone) di India lebih dari 760 juta tahun ini. Sedangkan secara global jumlahnya 3,8 miliar.

Kebijakan pemerintah India itu mengikuti beberapa negara Eropa yang lebih memilih Nokia dan Ericsson dibandingkan Huawei dalam mengembangkan 5G. Inggris misalnya, menggaet Nokia pada tahun lalu.

Begitu juga Jerman. Ada tiga sumber Reuters dari koalisi dan pemerintah mengatakan, Jerman sepakat melarang penggunaan solusi 5G Huawei. “Prinsipnya untuk memperluas pengawasan tata kelola vendor dan teknologi ke Radio Access Networks (RAN) yang mendukung 5G,” dikutip dari Reuters, September tahun lalu (30/9).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait