Saingi Traveloka, Tiket.com Gaet Perusahaan Cek Kosong untuk IPO?

Tiket.com dikabarkan mengkaji merger dengan perusahaan cek kosong (SPAC) untuk IPO. Langkah ini juga ditempuh oleh Traveloka.
Image title
19 Mei 2021, 16:40
Saingi Traveloka, Tiket.com Gaet Perusahaan Cek Kosong untuk IPO?
Arief Kamaludin | Katadata
Aplikasi Tiket.com

Startup penyedia layanan wisata alias online travel agent (OTA) Tiket.com dikabarkan mengkaji merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) untuk mencatatkan saham perdana atau IPO. Langkah ini juga ditempuh oleh Traveloka.

Sumber Bloomberg yang mengetahui masalah tersebut menyampaikan, Tiket.com dalam pembicaraan untuk merger SPAC atau perusahaan ‘cek kosong’ COVA Acquisition Corp. Entitas gabungan keduanya berpotensi menghasilkan valuasi US$ 2 miliar.

SPAC disebut perusahaan cek kosong karena tidak memiliki operasi apa pun. Perusahaan jenis ini merupakan sarana investasi yang dibuat khusus untuk mengumpulkan dana para orang kaya.

Selanjutnya, dana itu dipakai untuk membiayai peluang merger atau akuisisi dalam jangka waktu yang ditetapkan. Tapi, target perusahaan yang dimerger atau diakuisisi biasanya belum diidentifikasi

Advertisement

Sumber mengatakan, untuk merger, Tiket.com mendapatkan bantuan dari perusahaan investasi global Goldman Sachs Group yang bertindak sebagai penasihat. Merger bertujuan untuk IPO.

Public Relations Manager tiket.com Sandra Ayu Darmosumarto tidak berkomentar perihal kabar akan merger dengan Cova. “Saat ini, Tiket.com menjajaki sejumlah opsi strategis kedepan, termasuk IPO," kata Public Relations Manager tiket.com Sandra Ayu Darmosumarto kepada Katadata.co.id, Rabu (19/5).

Rencana IPO dilakukan seiring kinerja bisnis yang berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19. Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan, bisnis pariwisata pada kuartal I dan II tahun lalu terhantam Covid-19. Transaksinya pun anjlok. 

Namun, permintaan layanan Tiket.com mulai meningkat pada kuartal III 2020. "Pertumbuhannya besar. Tiga kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya," kata Gaery saat konferensi pers virtual, tahun lalu (2/11/2020).

Peningkatan paling besar yakni layanan akomodasi seperti hotel, lalu glamour camping atau glamping dan villa. "Ini menarik karena ada unsur privasi. Tidak bertemu banyak orang. Ini potensial sekali," ujarnya.

Tiket.com juga mencatatkan peningkatan transaksi pemesanan hotel 118% saat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Selain Tiket.com, startup OTA lainnya yakni Traveloka berencana IPO lewat SPAC. Traveloka dikabarkan akan merger dengan perusahaan SPAC asal Hong Kong, Bridgetown Holdings Ltd.

Apabila merger terwujud, entitas gabungan keduanya diprediksi US$ 5 miliar atau Rp 73 triliun.

Sebelumnya, Presiden Traveloka Henry Hendrawan mengatakan bahwa perusahaan berencana untuk segera IPO. Unicorn juga mengevaluasi potensi merger dengan SPAC sebagai opsi untuk menawarkan saham perdana.

"SPAC merupakan salah satu opsi yang dievaluasi, karena kami telah didekati oleh beberapa orang," kata Henry dalam pernyataan dikutip dari Reuters, tahun lalu (21/12/2020).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait