Shopee Gaet Pemprov Jakarta & Beri Diskon 80% untuk Dorong Ekspor UMKM

Shopee menggaet Pemprov Jakarta untuk menarik lebih banyak UMKM dalam Pasar Online Jakpreneur pada 21-30 Juni. E-commerce ini menyediakan diskon 80% hingga cashback 10%.
Fahmi Ahmad Burhan
18 Juni 2021, 15:20
Shopee Gaet Pemprov Jakarta & Beri Diskon 80% untuk Dorong Ekspor UMKM
Shopee
Shopee dan Pemprov DKI Jakarta meresmikan pembukaan pagelaran acara Jakpreneur Fest 2021 Bangkit Bersama Shopee, Jumat (18/6/2021).

Shopee menggaet Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat acara pasar online bertajuk ‘Pasar Jakpreneur di Shopee’ pada bulan ini. Perusahaan e-commerce itu menyediakan diskon hingga 80% untuk mendorong transaksi dan ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo mengatakan, acara itu melibatkan ratusan pelaku UMKM di Jakarta dari beragam sektor, mulai dari busana hingga kuliner. Pasar online ini berlangsung selama 21- 30 Juni.

Sedangkan pendaftaran dibuka pada 2 - 16 Juni. Sejauh ini, ada 250 UMKM yang mendaftar.

Radityo mengatakan, Shopee akan memberikan beragam promosi bagi konsumen seperti diskon hingga 80%, uang kembali (cashback) 10%, dan gratis ongkos kirim (ongkir) ShopeeFood. “Ini akan mendorong penjualan,” kata dia saat konferensi pers virtual, Jumat (18/6).

Advertisement

Selain promosi, e-commerce bernuansa oranye itu memberikan fasilitas edukasi seperti pelatihan. UMKM bisa mengikuti beragam kelas seperti kelas super dan personal.

Perusahaan asal Singapura itu menggaet Pemprov DKI Jakarta untuk menggaet lebih banyak UMKM berpartisipasi dalam Pasar Jakpreneur. “Ujungnya, bagaimana UMKM ini memanfaatkan program ekspor Shopee," ujarnya.

Shopee memang gencar mendorong UMKM mengekspor produk. E-commerce ini membuat kanal khusus ekspor UMKM bernama Kreasi Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global pada 2019.

Melalui kanal itu, perusahaan memfasilitasi ekspor 1,5 juta produk dari 180 ribu UMKM Tanah Air.

Shopee juga meluncurkan program bertajuk ‘500.000 Eksportir Baru’ yang dimulai awal Maret 2021. Program ini ditargetkan rampung pada 2030. 

Perusahaan menyasar UMKM, karena kontribusi sektor tersebut terhadap ekspor masih kecil. UMKM hanya menyumbang 14,3% terhadap total ekspor.

Sedangkan nilai ekspor Indonesia tahun lalu turun 2,61% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 163,31 miliar. 

Padahal, UMKM dinilai sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia lantaran berkontribusi terhadap 60% produk domestik bruto (PDB) nasional. Selain itu, menyerap tenaga kerja hingga 97%.

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PPKUKM) DKI Andri Yansah menyampaikan, UMKM menjadi tumpuan perekonomian daerah. "UMKM jadi harapan dan tumpuan gerakan roda perekonomian. Ini bisa mendongkrak perekonomian daerah," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait