Bos Amazon, Google, Oracle, PayPal Tertarik Danai Proyek Hidup Abadi

Pendiri Amazon Jeff Bezos sempat disindir oleh bos Tesla Elon Musk, karena mendanai pengembangan teknologi anti-penuaan. Petinggi Google, Oracle, dan PayPal ternyata juga tertarik.
Image title
22 September 2021, 11:15
amazon, jeff bezos, elon musk, teknologi anti-penuaan, google
Calico
Ilustrasi penelitian anti-penuaan di Calico

Pendiri Amazon Jeff Bezos sempat disindir oleh bos Tesla Elon Musk, karena mendanai pengembangan teknologi anti-penuaan atau ‘hidup abadi’. Namun petinggi Google, Oracle, dan PayPal juga tertarik pada proyek ini.

Pendiri Google Larry Page membantu dalam peluncuran perusahaan bernama Calico. Korporasi ini membuat proyek rahasia yang melacak kehidupan tikus dari lahir hingga mati. Tujuannya, menemukan penanda penyakit seperti diabetes dan Alzheimer.

Sedangkan pendiri Oracle Larry Ellison dan pendiri PayPal Peter Thiel juga tertarik mengembangkan proyek ‘hidup abadi’. Para miliarder ini berharap ada obat-obatan, terapi, dan teknologi ilmu hayati lain yang memungkinkan manusia hidup lebih dari 100 tahun atau bahkan 300 tahun.

Ellison menyumbangkan lebih dari US$ 370 juta untuk penelitian tentang penuaan dan penyakit usia. Sedangkan Thiel berinvestasi di perusahaan bernama Unity Biotechnology yang berbasis di San Francisco, AS. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang mengurangi sepertiga penyakit manusia di negara maju.

Sedangkan Jeff Bezos menginvestasikan sebagian dari dana US$ 199 miliar untuk proyek peremajaan bernama Altos Labs. Startup anti-penuaan ini mengembangkan teknologi pemrograman ulang biologis.

Proyek itu juga didukung oleh investor asal Rusia-Israel Yuri Milner.

Direktur Pusat Studi Risiko Eksistensial Universitas Cambridge Sean hÉigeartaigh mengatakan, banyak kemajuan dalam ilmu pengetahuan, terutama terkait umur panjang. Teknologi ini dapat mengurangi terjadinya atau keparahan penyakit pada orang tua, seperti demensia dan jantung.

"Memperpanjang umur maksimal secara signifikan dalam waktu dekat tampaknya tidak mungkin menurut saya. Tetapi mengidentifikasi dan menangkap faktor-faktor terkait penuaan lebih masuk akal,” kata hÉigeartaigh dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (21/9).

Namun, beberapa ahli lain meragukan proyek ‘hidup abadi’. Peneliti di London School of Economics and Political Science Stefan Schubert misalnya, menganggap bahwa teknologi anti-penuaan hanya untuk segelintir orang kaya. 

Professor ilmu komputer di Universitas Cambridge Jon Crowcroft juga menilai, para miliarder tersebut lebih baik memompa dana untuk pengembangan teknologi mitigasi perubahan iklim daripada penelitian umur panjang. "Tidak ada gunanya hidup selamanya di planet yang sekarat," kata Crowcroft.

Elon Musk juga sempat menyindir Jeff Bezos soal proyek ‘hidup abad’. "Dan jika tidak berhasil, dia akan menuntut kematian," kata pendiri SpaceX ini melalui akun Twitter @elonmusk, pada awal bulan (8/9).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait