Proyek Rahasia Google: Hidup Abadi dan AI Seperti di Film Terminator

Google mengembangkan proyek hidup abadi atau teknologi anti-penuaan. Mantan petinggi mengungkapkan, perusahaan juga membuat AI seperti di film Terminator yang berpotensi menguasai bumi.
Desy Setyowati
6 Oktober 2021, 14:56
google, hidup abadi, teknologi anti-penuaan, terminator
ANTARA FOTO/REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo/AWW/sa.
Seorang pria berjalan melewati logo Google di depan gedung perkantoran di Zurich, Swiss, Rabu (1/7/2021).

Google mengembangkan proyek hidup abadi atau pengembangan teknologi anti-penuaan lewat Calico. Mantan petinggi, Mo Gawdat mengatakan bahwa raksasa teknologi ini juga mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) seperti di film Terminator.

Mo Gawdat bergabung dengan Google pada 2007. Ia menjabat sebagai Chief Business Officer untuk fasilitas penelitian dan pengembangan rahasia perusahaan yang dikenal sebagai Google X.

Ia mengatakan, raksasa teknologi itu melakukan penelitian misterius tengan pengembangan AI. Google membuat lengan berbasis AI.

Mo Gawdat mengatakan, mesin berbasis AI belajar dengan sangat cepat. Ia menyaksikan suatu hari lengan robot tersebut meraih dan mengambil bola.

Ia juga menyampaikan, setiap lengan bisa meniru manuver. Setelah dua hari, lengan bisa mengambil apa saja.

"Dan saya tiba-tiba menyadari, ini benar-benar menakutkan,” kata Mo Gawdat dalam wawancara dengan The Times, dikutip dari Express.co.uk, akhir pekan lalu (2/10). "Sepertinya kita melakukan hal-hal seperti itu selama seminggu. Mereka melakukan apa yang anak-anak akan lakukan selama dua tahun.”

Mo Gawdat menyadari bahwa lengan berbasis AI itu seperti anak-anak. “Tetapi anak-anak yang sangat, sangat cepat (belajar),” kata dia.

Perbedaan utama lengan itu dengan anak-anak yakni mesin dengan tingkat kecerdasan yang sangat dasar tetapi memiliki potensi untuk belajar dengan sangat cepat. "Kenyataannya adalah, kami menciptakan ‘Tuhan’," ujarnya.

Ia membayangkan film Terminator 2: Judgment Day yang diputar pada 1991. Film ini mengambarkan masa depan yang gelap pasca-apokaliptik di mana mesin pintar menguasai bumi.

Dalam film tersebut, kecerdasan buatan atau AI jahat, yang dikenal sebagai Skynet menggulingkan manusia dan mengobarkan perang untuk menghapus manusia dari bumi.

Mo Gawdat mengungkapkan, AI memiliki potensi untuk mencapai singularitas teknologi yakni titik di mana ia menjadi tidak dapat diubah dan dikendalikan. Ini pada akhirnya, AI dapat mengalahkan umat manusia dan mengakibatkan kiamat.

Beberapa tahun yang lalu, pendiri SpaceX Elon Musk meramalkan bahwa kebangkitan AI dapat membuat manusia menjadi spesies yang terancam punah. Menurutnya, kecerdasan buatan merupakan teknologi yang sangat canggih dan membutuhkan regulasi.

Dia juga mencontohkan berbagai spesies yang terdesak ke sudut-sudut bumi yang terisolasi ketika manusia mendominasi planet ini. "Ketika satu spesies primata, homo sapiens, menjadi jauh lebih pintar daripada primata lainnya, ia mendorong semua spesies lain ke habitat yang sangat kecil. Jadi hanya ada sedikit gorila gunung, orangutan, dan simpanse," kata Elon Musk.

Selain AI, pendiri Google Larry Page membantu dalam peluncuran perusahaan bernama Calico. Korporasi ini membuat proyek rahasia yang melacak kehidupan tikus dari lahir hingga mati.

Tujuan proyek itu, menemukan penanda penyakit seperti diabetes dan Alzheimer. Ini dikenal juga dengan proyek ‘hidup abadi’.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait