Gaet Gibran Rakabuming, Shopee Bidik 10 Ribu UMKM Ekspor di Solo

Shopee menggandeng Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan membidik 10 ribu UMKM berorientasi ekspor. E-commerce ini sudah mengekspor 1,5 juta produk UMKM Indonesia.
Image title
11 Oktober 2021, 13:53
shopee, e-commerce, umkm, ekspor
shopee
Ilustrasi platform Shopee

Shopee meresmikan kantor baru di Kota Solo, Jawa Tengah. E-commerce asal Singapura ini menggandeng Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka dan membidik 10 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.

E-commerce bernuansa oranye juga telah meluncurkan Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo pada Mei. Melalui program ini, Shopee menggaet 5.500 UMKM ekspor di Solo.

Namun Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menilai, antusiasme UMKM untuk mengembangkan produk agar bisa ekspor masih besar. "Kami pun menargetkan penambahan 10 ribu UMKM go-ekspor di Solo," katanya saat konferensi pers virtual, Senin (11/10).

Perusahaan pun membuat kantor Shopee di Solo. Kantor ini menempati dua lantai di Paragon City Mall dengan luas 7.800 meter.

"Ini akan menjadi ekosistem pendukung UMKM dan banyak lagi bisnis di Solo," kata Handhika. Shopee juga memberikan pelatihan dan fasilitas ekspor kepada UMKM melalui kanal Kreasi Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global

Selain menargetkan 10 ribu UMKM baru yang berorientasi ekspor, Shopee membidik bisa membuka 2.000 lapangan kerja baru.

"Para pekerja didominasi anak muda. Ini menunjukkan komitmen perusahaan ke Solo," kata Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Hingga saat ini, Shopee mengekspor 1,5 juta produk dari 180 ribu UMKM Tanah Air. E-commerce itu menjangkau enam negara tujuan ekspor yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan yang terbaru pasar Brasil.

Layanan Shopee juga dikabarkan tersedia di India dan segera hadir di Polandia, Eropa. Selain itu, mengincar pasar Argentina, Chili, Kolombia, dan Spanyol.

Shopee juga membuat proteksi bagi UMKM lokal. Salah satunya, menutup akses masuk 13 jenis barang impor.

Produk itu di antaranya hijab, atasan muslim perempuan, bawahan muslim perempuan, atasan muslim pria, bawahan muslim pria, outwear muslim, mukena, pakaian muslim, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, alat-alat solat, batik, dan kebaya.

Penutupan akses itu meliputi seluruh negara termasuk penjual dari Cina dan Korea Selatan.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait