WNI Sudah Bisa Berlibur ke 15 Negara, Tiket.com Beri Diskon hingga 60%

WNI bisa berlibur ke 15 negara. Tiket.com pun mulai menggelar promosi berupa diskon hingga 60% dan Rp 1 juta.
Desy Setyowati
12 Oktober 2021, 11:01
wisman, tiket.com, turis, wisata, liburan
Arief Kamaludin | Katadata
Tiket.com

Warga Negara Indonesia (WNI) sudah bisa berlibur ke 15 negara yakni Amerika Serikat (AS), Kroasia, Dubai, Finlandia, Jerman, Maldives, Mesir, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, dan Singapura. Tiket.com pun mulai menggelar promosi.

Startup penyedia layanan wisata berbasis online atau Online Travel Agent (OTA) itu menggelar program promosi Ten Ten Sale (TTS) selama 7 – 15 Oktober. “TTS hadir dalam rangka menyambut dibukanya kembali beberapa negara di dunia untuk turis dari Indonesia,” kata VP Brand Marketing Tiket.com Maria Risa Puspitasari dalam siaran pers, Selasa (12/10).

Promosi yang diberikan berupa diskon hingga 60%. Rincian promo yang diberikan dalam program TTS yakni:

  • Diskon hingga Rp 280 ribu untuk semua penerbangan domestik
  • Diskon hinga Rp 700 ribu untuk semua penerbangan internasional dengan skema Buy Now Fly Later
  • Diskon akomodasi seperti Hotel dan tiket Homes domestik hingga 60% plus ekstra potongan harga Rp 1 juta
  • Diskon hotel di Singapura dan Malaysia hingga 80%
  • Diskon hingga Rp 1 juta untuk jajaran destinasi dan atraksi wisata di tiket To Do
  • Diskon hingga Rp 40 ribu untuk tiket kereta api
  • Diskon sewa mobil hingga Rp 330 ribu
  • Diskon layanan car transfer dari semua bandara dan stasiun kereta api domestik hingga Rp 130 ribu
  • Diskon kategori Events di tiket To Do 10% hingga maksimal Rp 500 ribu

Risa menyampaikan, promosi tersebut bisa digunakan oleh masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua. “Jangan lupa, pastikan untuk mempelajari regulasi dan kebijakan protokol kesehatan di masing-masing destinasi demi kebaikan dan kenyamanan rombongan perjalanan dan turis lain,” ujar dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pintu kedatangan internasional akan dibuka untuk turis dari 18 negara. Namun, Singapura tidak termasuk.

Pemerintah berencana membuka Bali untuk wisatawan mancanegara dari wilayah tertentu mulai Kamis (14/10). Selain Bali, pemerintah bakal membuka Bintan dan Batam Kepulauan Riau untuk Warga Negara Asing (WNA).

Namun Luhut belum memerinci negara mana saja yang diperbolehkan mengunjungi Indonesia. Sedangkan Singapura tidak diperbolehkan masuk karena belum memenuhi standar level 1 atau 2 sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Negara-negara yang bisa masuk Indonesia ada 18 negara dan akan diumumkan secara terpadu dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (11/10).

Sebelumnya, pemerintah mengatakan wisatawan mancanegara (wisman) yang diperbolehkan masuk ke Pulau Dewata di antaranya Korea Selatan, Cina, Jepang, Abu Dhabi, dan Selandia Baru.

Penumpang harus mengikuti sejumlah ketentuan sebelum kedatangan (requirement pre-departure), seperti:

  1. Memiliki asuransi dengan nilai pertanggungan minimal US$ 100 ribu atau Rp 1,42 miliar. Asuransi ini harus menanggung penanganan Covid-19.
  2. Wisman harus berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate di bawah 5%.
  3. Mereka juga harus membawa hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.
  4. Membawa bukti vaksinasi lengkap dengan dosis kedua dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.
  5. Turis juga harus membawa konfirmasi pembayaran akomodasi selama di Indonesia dan penyedia pihak ketiga.

Selain pre-departure requirement, pemerintah tengah menyusun persyaratan kedatangan (on-arrival requirement). Beberapa ketentuannya ialah mengisi E-HAC via aplikasi PeduliLindungi serta tes RT-PCR on arrival dengan biaya sendiri.

Jika hasil tes negatif, maka pelaku perjalanan dapat melakukan karantina di tempat karantina yang sudah direservasi selama 5 hari. Kemudian, pelaku perjalanan melakukan PCR pada hari ke 4 malam. "Jika hasil negatif maka pada hari ke 5 sudah bisa keluar dari karantina," ujar Luhut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait