Elon Musk Ungkap Sosok Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto

Image title
30 Desember 2021, 10:34
Bitcoin, elon musk, satoshi nakamoto, kripto
Unsplash/Aleksi Raisa
Ilustrasi Bitcoin

CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan sosok pencipta uang kripto bitcoin, Satoshi Nakamoto. Ia percaya dengan teori yang berkembang, bahwa pakar cryptocurrency itu adalah Nick Szabo.

"Dia (Szabo) tampaknya menjadi orang yang lebih bertanggung jawab atas ide-ide di balik bitcoin daripada orang lain," kata Musk dikutip dari Business Insider, Rabu (29/12).

Menurut Musk, Szabo kerap kali mengaku bukan Nakamoto. Tapi orang terkaya di dunia itu tetap percaya Szabo adalah Nakamoto, karena ide-ide yang sering ia paparkan menunjukkan pengetahuan mendalam soal bitcoin. 

"Anda dapat melihat evolusi ide sebelum peluncuran bitcoin dan melihat siapa yang menulis tentang ide-ide itu," ujar Musk.

Bitcoin pertama kali diusulkan oleh nama samaran, Satoshi Nakamoto pada Oktober 2008. Sosok Nakamoto belum terungkap hingga saat ini.

Nama samaran tersebut diyakini merujuk pada satu orang atau beberapa orang.

Pada 2014, tim peneliti linguistik mempelajari kesamaan buku putih bitcoin yang dibuat Nakamoto dengan tulisan Szabo, dan 10 pembuat konten lainnya. Peneliti itu menemukan hasil yang tak terbantahkan.

"Jumlah kesamaan linguistik antara tulisan Szabo dan buku putih bitcoin luar biasa. Tidak ada penulis lain yang mungkin mendekati kecocokan," kata peneliti.

Laporan New York Times pada 2015 juga menyematkan penemuan bitcoin pada Szabo. Sebab, Szabo banyak berbicara secara terbuka tentang sejarah bitcoin dan teknologi blockchain. 

Akan tetapi, Szabo kerap kali menyangkal klaim bahwa ia merupakan penemu anonim di balik aset digital terbesar itu.

Bitcoin merupakan aset digital dengan kinerja terbaik sejak Maret 2011. Annualized return atau imbal hasil uang kripto ini 230%.

Berdasarkan data dari Coindesk, kapitalisasi pasar bitcoin mencapai US$ 883 miliar. Bahkan sempat menyentuh US$ 1 triliun tahun ini.

Meski fluktuatif, harga bitcoin juga terus meningkat. Harganya sempat mencapai rekor harga US$ 67 ribu.

Pada Januari, JP Morgan menilai bahwa harga bitcoin berpeluang mencapai US$ 146 ribu atau Rp 2 miliar. "Ini berdasarkan penyamaan kapitalisasi pasar bitcoin dengan emas untuk tujuan investasi," kata JP Morgan dikutip dari CNBC Internasional, Januari lalu (4/1).

Bahkan, perusahaan milik Elon Musk Tesla membeli bitcoin US$ 1,5 miliar pada Februari. Kini, sejumlah negara seperti El Salvador, Honduras, dan Guatemala mengadopsi bitcoin. Selain itu, ada dukungan dari lembaga keuangan seperti JP Morgan dan Bank of America.

Perusahaan keuangan Paypal juga ekspansi ke uang kripto tersebut. Yang terbaru, platform media sosial Twitter menerima layanan pembayaran dengan bitcoin. Pengguna dapat memberikan tip kepada konten kreator favoritnya menggunakan bitcoin melalui fitur 'Tips'.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait