Pemerintah Siapkan Ibu Kota Baru versi Metaverse

Pemerintah menyiapkan rancangan ibu kota baru versi metaverse. Kapan skemanya akan dirilis?
Image title
13 Januari 2022, 18:26
metaverse, dunia virtual, ibu kota baru, ibu kota negara
Disney
Film Wreck It Ralph 2

Pemerintah masih mengkaji rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Kementerian Perencanaan Pembangunan  Nasional (PPN) atau Bappenas kini menyiapkan rancangan ibu kota baru versi dunia virtual metaverse.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, konseptualisasi rancangan ibu kota baru akan mengadopsi perkembangan teknologi terkini.

"Kami mempersiapkan ibu kota negara dalam bentuk metaverse. Mudah-mudahan dalam empat bulan kami bisa menunjukkan," kata Suharso dalam rapat dengan DPR, Kamis (13/1).

Dengan begitu, pemerintah tak perlu lagi menggambarkan ibu kota baru dalam bentuk maket maupun hologram.

Advertisement

Saat ini, skema ibu kota baru versi metaverse masih dikaji dan akan disampaikan ke publik beberapa bulan ke depan.

Namun, Suharso mengatakan bahwa rencana itu tidak akan masuk dalam Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN). Adopsi teknologi dunia virtual ini bakal masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang lebih teknis.

Rencana pembuatan ibu kota baru versi metaverse sebenarnya sudah diungkapkan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB). Mereka mengumumkan wacana pembentukan tim khusus pada bulan lalu. 

"Kami akan membangun versi meta (metaverse). Pelayanan atau aktivitas di dalamnya (ibu kota baru) bisa kami visualisasikan dalam bentuk tiga dimensi yang menggunakan aplikasi digital," kata Ketua IA ITB Gembong Primadjaja, dikutip dari Antara, bulan lalu (18/12/2021).

Gembong mengatakan, rencana tersebut mengikuti langkah pemerintah Korea Selatan yang membuat ibu kota yakni Seoul dalam versi metaverse. Negeri ginseng disebut akan menjadi salah satu negara pencetus pembangunan kota di dunia virtual.

Metaverse merupakan versi teranyar dari virtual reality (VR) tanpa komputer. Pengguna teknologi dapat memasuki dunia virtual menggunakan perangkat berupa headset atau kacamata berbasis augmented reality (AR) maupun VR.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait