Startup Pendidikan Getol Rekrut Pegawai, 2 di Antaranya Kini PHK
Startup penyedia layanan terkait karier, RevoU membuat laporan soal perusahaan rintisan yang masif merekrut pegawai selama tahun lalu. Startup pendidikan termasuk yang getol menambah pekerja, namun kini dua di antaranya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
RevoU mengumpulkan data lebih dari 50 perusahaan teknologi di Indonesia dan regional terkait pertumbuhan jumlah karyawan. Data dikumpulkan berasal dari LinkedIn Premium Insights, serta riset artikel di Tech in Asia dan Daily Social selama periode Mei 2021 hingga Mei 2022.
Selain itu, perusahaan yang dikaji harus mengalami minimal pertumbuhan karyawan 30% atau pertambahan karyawan 100 orang. Hasilnya, ada 53 perusahaan yang masuk dalam daftar.
“Tetapi, hanya 10 perusahaan yang pertumbuhan karyawannya paling pesat, masuk dalam analisis dan infografik studi berbasis data RevoU,” demikian dikutip dari keterangan pers, Selasa (7/7).
10 perusahaan dengan persentase pertumbuhan karyawan paling pesat selama Mei 2021 – Mei 2022 yakni:
- Moladin (567%): 97 menjadi 647 karyawan
- Binar (473%): 138 menjadi 791 karyawan
- RevoU (157%): 207 menjadi 533 karyawan
- Sekolah.mu (157%): 382 menjadi 980 karyawan
- Flip (142%): 174 menjadi 421 karyawan
- Ajaib (133%): 190 menjadi 443 karyawan
- Ula (126%): 294 menjadi 663 karyawan
- Waresix (111%): 183 menjadi 387 karyawan
- Zenius (100%): 606 menjadi 1205 karyawan
- eFishery (95%): 408 menjadi 795 karyawan
Sedangkan 10 perusahaan dengan jumlah pegawai baru terbanyak yaitu:
- Ruangguru (3,921 menjadi 6,272)
- Tokopedia (5,830 menjadi 7,667)
- SiCepat (2,237 menjadi 3,791)
- Gojek (23,624 menjadi 24,804)
- J&T Express (4,972 menjadi 6,096)
- Traveloka (2,437 menjadi 3,096)
- Binar (138 menjadi 791)
- Kopi Kenangan (1,026 jadi 1,652)
- Zenius (606 menjadi 1205)
- Sekolah.mu (382 menjadi 980)
Berdasarkan analisis tersebut, RevoU mencatat bahwa lima startup pendidikan masuk dalam 10 perusahaan teratas dengan pertumbuhan karyawan tercepat. Mereka yakni Binar Academy, Ruangguru, RevoU, Sekolah.mu, dan Zenius.
Zenius dan Ruangguru mencatatkan pertumbuhan pekerja sejak tahun lalu. Kini giliran Binar, RevoU, dan Sekolah.mu yang mulai merekrut banyak karyawan.
Meski begitu, ada dua startup pendidikan yang melakukan PHK tahun ini, yakni Zenius dan Pahamify.
Chief People Officer Tiket.com Dudi Arisandi mencatat, startup di Tanah Air yang melakukan PHK rerata yang diuntungkan dari pandemi corona. Mereka yakni Tanihub, Zenius, LinkAja, Pahamify, JD.ID, dan MPL.
“Mereka sebelumnya merekrut, karena kebutuhannya banyak saat itu (awal pandemi corona). Ketika ternyata pandemi berhasil ditangani, yang terjadi adalah surplus orang,” ujar Dudi dalam acara Talk 2 Talk, pekan lalu (29/5).
Menurutnya, kondisi saat ini mirip dengan gelembung dot com pada 1998 - 2000-an. Saat itu, sektor teknologi tren dan perusahaan merekrut banyak pekerja. Mereka melantai di bursa efek dan mencatatkan harga saham yang meroket.
Kemudian, gelembung dot-com meledak dan harga saham perusahaan internet itu runtuh. Bahkan banyak di antaranya yang gulung tikar.
“Saya pernah mengalami, di satu perusahaan, pegawai di sektor IT dikurangi dan dipekerjakan di outsource. Kemudian muncul dot com,” ujar dia. “Secara pribadi, aku sudah tiga kali menghadapi kasus seperti sekarang ini.”