Marak PHK, Investor dan Menteri Kominfo Beri Saran ke Startup

Fahmi Ahmad Burhan
16 Juni 2022, 17:20
startup, phk, investor, kominfo
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Warga mengamati aplikasi-aplikasi startup yang dapat diunduh melalui telepon pintar di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Investor serta Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate memberikan saran kepada startup di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja alias PHK. Apalagi, pendanaan ke perusahaan rintisan juga ‘seret’.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro menilai, tren startup PHK karena beberapa faktor. Salah satunya, investor yang semakin selektif memberikan pendanaan kepada perusahaan rintisan.

Kondisi tersebut memaksa startup menghemat dana dan berusaha mempunyai runway yang lebih panjang. Salah satu caranya yakni langkah-langkah efisiensi.

Runway merupakan istilah yang menggambarkan panjangnya umur startup.

Eddi pun memberikan sejumlah tips kepada startup di tengah pendanaan yang ‘seret’, yakni:

1. Efisiensi

"Tujuannya agar runway jadi lebih panjang," kata Eddi kepada Katadata.co.id, Kamis (16/6).

Bentuk efisiensi yang bisa dilakukan startup beragam, seperti mengurangi promo atau menunda peluncuran produk, rencana ekspansi maupun rekrutmen karyawan baru. Bisa juga melakukan PHK.

2. Mempertimbangkan waktu yang tepat dalam mendapatkan pendanaan

"Jadi, pendanaan ini idealnya harus jauh-jauh hari sebelum runway startup akan habis," ujar Eddi.

Sebelumnya, Eddi mengatakan bahwa investor kini mengurangi porsi pendanaan ke startup karena likuiditas berkurang. Langkah ini utamanya dilakukan oleh investor luar negeri.

Sedangkan pengetatan likuiditas terjadi karena dua faktor, yakni:

  • Kebijakan moneter bank sentral di banyak negara
  • Perang Rusia dan Ukraina yang berpengaruh terhadap suplai

Dia memperkirakan, pengetatan likuiditas itu terjadi dalam satu sampai dua tahun. “Saya tidak tahu juga. Ini perkiraan saja,” ujar Eddi.

Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani juga mengatakan, kondisi ekonomi global membawa sentimen negatif bagi pendanaan startup, termasuk di Indonesia.

Meski begitu, investasi akan tetap ada, namun menyesuaikan fundamental startup dan potensi pasar yang menjanjikan.

Ia juga memperkirakan, tren penurunan pendanaan startup berlangsung maksimal dua tahun. “Sentimen bisa berpengaruh sesaat dan tergantung situasi,” kata Edward.

Sedangkan Menteri Kominfo Johnny G Plate meminta perusahaan rintisan memperhatikan tiga aspek tata kelola. Ketiganya yakni prinsip usaha atau product dan service, skema pembiayaan, serta manajemen.

“Ketiga aspek ini kalau tidak dikelola dengan baik, maka perusahaan akan mengalami masalah,” ujar Johnny dalam Dialog Economic Challenges Metro TV: Gelembung Startup Pecah?, di Jakarta, Selasa malam (14/6).

Menurutnya, penerapan prinsip usaha merupakan kunci keberlanjutan usaha di semua sektor, termasuk startup. Ia pun menilai, perusahaan yang melakukan PHK karena tidak mempersiapkan strategis bisnis dengan baik.

“Apakah itu startup digital atau non-digital, sama saja. Karena apa? Prinsip-prinsip usaha. Kan harus menyiapkan product maupun service dengan betul, punya skema pembiayaan memadai, apakah itu ekuitas atau kombinasi dan debt person (utang), serta para sponsor (founders) dengan manajemen,” kata dia.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...