Ericsson Ramal Pengguna 5G Lebih dari 1 Miliar Tahun Ini
Perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson memperkirakan jumlah pengguna layanan internet generasi kelima atau 5G di dunia melampaui 1 miliar akhir tahun ini. Penetrasi 5G tergolong lebih cepat dibandingkan 4G atau generasi sebelumnya.
Berdasarkan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G naik 70 juta menjadi 620 juta pada kuartal pertama tahun ini.
Cina menjadi penyumbang penambahan pengguna 5G paling banyak yakni 16 juta. Disusul oleh Amerika Serikat (AS) empat juta dan Bangladesh tiga juta.
Ericsson mengatakan, peningkatan pengguna 5G dipercepat oleh ketersediaan perangkat, penurunan harga gadget, dan penyebaran jaringan yang luas.
Ketersediaan perangkat misalnya, Ericsson mencatat bahwa ada lebih dari 650 model ponsel 5G yang sudah diluncurkan. Lebih dari 615 juta unit gawai 5G dikirimkan tahun lalu atau meningkat dua kali lipat dibandingkan 2020.
Executive Editor Ericsson Mobility Report Peter Jonsson mengatakan, penyebaran jaringan mandiri 5G juga meningkat di banyak wilayah.
"Penyedia layanan komunikasi bersiap untuk inovasi guna mengatasi peluang bisnis. Infrastruktur jaringan digital yang solid juga mendukung rencana transformasi digital perusahaan," kata Jonsson dikutip dari laman resmi Ericsson, Selasa (21/6).
Sedangkan Executive Vice President and Head of Networks Ericsson Fredrik Jejdling mengatakan, penetrasi 5G lebih cepat dibandingkan 4G dan generasi internet sebelumnya. Jumlah penggunanya diprediksi 1 miliar pada 2022 atau dua tahun lebih cepat dari 4G.
"5G menjadi generasi teknologi seluler dengan pertumbuhan tercepat yang pernah ada," ujarnya.
Meski begitu, 4G masih menjadi jaringan dominan di dunia. Penggunanya bertambah 70 juta pada kuartal pertama menjadi 4,9 miliar. Jumlahnya diprediksi 5 miliar akhir tahun ini.
Namun, jumlah pelanggan 4G akan kian tergerus oleh 5G. Jumlah pelanggan 4G akan berkurang menjadi 3,5 miliar pada 2027.
Sedangkan jumlah orang pengguna 5G diprediksi 4,4 miliar pada 2027.
Amerika Utara diperkirakan menjadi wilayah dengan penetrasi 5G tertinggi pada 2027, yakni 90%. Kemudian, Eropa Barat 82% dan Asia Timur Laut 74%.