Harga Kripto Anjlok, Binance Buat Produk Baru Sasar Perusahaan

Bursa kripto terbesar di dunia Binance meluncurkan produk baru yang menyasar investor korporasi. Padahal, harga bitcoin dan lainnya tengah anjlok.
Fahmi Ahmad Burhan
27 Juni 2022, 14:24
kripto, bitcoin, ethereum, binance
Bloomberg
Kripto

Salah satu bursa mata uang kripto (cryptocurrency) terbesar di dunia, Binance meluncurkan produk baru yang menyasar pasar institusional, seperti perusahaan. Peluncuran dilakukan saat harga bitcoin hingga ethereum anjlok.

Produk bernama Binance Institutional itu ditawarkan kepada investor institusi. Pengguna akan mendapatkan layanan berupa likuiditas dan eksekusi over-the-counter untuk perdagangan algoritmik, akses ke harga instan, solusi penyimpanan lanjutan, rangkaian produk broker hingga program likuiditas untuk pedagang di pasar spot serta berjangka.

Kemudian, ada program VIP yang memungkinkan pengguna Binance mendapatkan hadiah. Sebab, volume perdagangan pengguna ini naik ke tingkat VIP.

Hak istimewa VIP termasuk diskon biaya dan batas penarikan 24 jam yang lebih tinggi.

Advertisement

Dalam situs resminya, Binance meluncurkan produk tersebut untuk meningkatkan penawaran dan layanan institusional.

CEO Changpeng Zhao mengatakan, layanan itu bertujuan membantu industri. "Kami menjembatani beberapa kesenjangan antara kripto dan pasar keuangan tradisional, serta mendorong pertumbuhan aset digital yang berkelanjutan," katanya dikutip dari Bitcoin.com, Minggu (26/6).

Upaya Binance itu dilakukan di tengah pasar yang sedang bearish atau melemah. Berdasarkan data Coindesk, harga Binance Coin atau BNB turun 0,66% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 237 hari ini (27/6).

Sedangkan bitcoin turun 1,3% menjadi US$ 21 ribu. Pendiri Absolute Strategy Research Ian Harnett bahkan memperkirakan harga kripto ini akan turun terus menjadi US$ 13.000.

Reli kripto itu menunjukkan bitcoin cenderung turun sekitar 80% dari tertinggi US$ 69 ribu pada November 2021.

Harnett menilai, penurunan harga bitcoin mirip dengan kejadian pada 2018. Saat itu bitcoin anjlok mendekati angka US$ 3.000 setelah mencapai puncaknya hampir US$ 20.000 pada akhir 2017.

Menurut Harnett, anjloknya harga bitcoin saat ini disebabkan oleh pasar yang gelisah. Sebab, investor bergulat dengan dampak suku bunga yang lebih tinggi dan masalah likuiditas pada pemain kripto utama.

“Ini benar-benar permainan likuiditas. Apa yang kami temukan bukanlah mata uang atau komoditas, dan tentu saja bukan penyimpan nilai," kata Harnett dalam acara Squawk Box Europe, CNBC Internasional pada Rabu (22/6).

Kripto lainnya seperti ethereum juga turun 1,75% menjadi US$ 1.215. Kemudian, solana turun 3% menjadi US$ 39,9 dan XRP turun 1,19% menjadi US$ 0,36.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait