Harga Ponsel Samsung, Xiaomi hingga Apple Berpotensi Naik Tahun Depan

Harga ponsel Samsung, Xiaomi, OPPO hingga Apple berpotensi naik tahun depan, meski permintaan mulai melambat. Apa penyebabnya?
Fahmi Ahmad Burhan
30 Juni 2022, 15:40
samsung, xiaomi, oppo, vivo, huawei, apple, harga HP
ANTARA FOTO/Makna Zaezar.
Penjual melayani calon pembeli di salah satu gerai produk ponsel, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (21/4/2020).

Produsen semikonduktor Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) berencana menaikkan harga produk 6% mulai Januari 2023. Hal ini dinilai berpotensi membuat Samsung, Xiaomi hingga Apple menaikkan harga ponsel pintar (smartphone).

Menurut laporan Digitimes, pesanan dari TSMC dan pelanggan lainnya di Taiwan belum berkurang secara signifikan. Padahal, permintaan gadget menurun sejak awal tahun.

“Pesanan pelanggan masih akan mencapai lebih dari 95% dari kapasitas produksi. Pabrik di Taiwan juga berfokus menggenjot kapasitas, karena memiliki komitmen pesanan jangka panjang dengan pelanggan,” demikian isi laporan dikutip dari Gizchina, Rabu (29/6).

Dengan optimisme bahwa permintaan masih akan tinggi, produsen cip, termasuk TSMC berencana menaikkan harga produk. Selain itu, harga bahan baku, biaya tenaga kerja dan listrik naik.

Advertisement

Belum lagi, beberapa pembuat cip (chip) utama di industri gawai, mengandalkan manufaktur TSMC. MediaTek misalnya, menggunakan chip TSMC untuk jajaran Dimensity dan Helio-nya.

Qualcomm juga meninggalkan Samsung dan beralih ke TSMC untuk memproduksi Snapdragon 8+ Gen 1 SoC dan Snapdragon 8 Gen 2.

Oleh karena itu, harga ponsel diperkirakan naik tahun depan.

Seiring dengan rencana menaikkan harga produk. TSMC akan mulai memproduksi secara massal cip 3-nanometer. Cip ini diperkirakan masif digunakan di gawai pada 2024.

Samsung Electronics Co juga mengumumkan telah memulai produksi massal semikonduktor 3-nanometer. Cip 3nm generasi terbaru ini dibangun di atas teknologi Gate-All-Around (GAA).

Menurut Samsung, teknologi itu memungkinkan pengurangan ruang terpakai hingga 35% dan membuat kinerja ponsel 30% lebih cepat. “Serta, konsumsi daya 50% lebih rendah, dibandingkan dengan FinFET,” kata Samsung dikutip dari Yonhap, Kamis (30/6).

Kemajuan dalam teknologi pembuatan cip yang canggih diharapkan memperbanyak jumlah pelanggan semikonduktor Samsung.

“Kami berkembang pesat karena terus menunjukkan kepemimpinan dalam menerapkan teknologi generasi berikutnya untuk manufaktur," kata president and head of Samsung's foundry business Choi Si-young.

"Kami akan terus mengembangkan teknologi inovatif dan bekerja untuk mengamankan proses teknologi yang matang dengan cepat," tambah dia.

Samsung akan bersaing dengan TSMC dalam memproduksi cip 3nm.

Menurut TrendForce, TSMC menguasai 53,5% pasar semikonduktor global pada kuartal pertama. Sedangkan Samsung 16,3%.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait