East Ventures Suntik Startup Kelola Gaji KINI Rp 64 Miliar

East Ventures memimpin pendanaan kepada startup Kini US$ 4,3 juta. Perusahaan rintisan ini memungkinkan pekerja mendapatkan gaji lebih awal.
Desy Setyowati
7 Juli 2022, 10:52
east ventures, startup, pendanaan
East Ventures
Petinggi Kini

East Ventures memimpin pendanaan awal US$ 4,3 juta atau sekitar Rp 64,4 miliar kepada Kini. Kini merupakan startup penyedia layanan gaji on-demand.

“Dukungan investor akan mempercepat misi kami untuk menciptakan hidup yang lebih baik bagi 99% pekerja di Indonesia, terutama bagi para pekerja yang hidup dari gaji ke gaji,” kata CEO Kini Jordan Fain dalam keterangan pers, Kamis (7/7).

Dana segar tersebut akan digunakan untuk membangun rangkaian produk HR-Fintech. Selain itu, berinvestasi dalam memperluas kemitraan perusahaan dan penyedia teknologi HR untuk memperkuat solusi HR-fintech melalui satu API.

Jordan mendirikan Kini bersama veteran fintech di Indonesia, Sidnei Budiman tahun lalu. Sidne menjabat CTO Kini.

Advertisement

Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun di Uber, Jordan menyadari bahwa memperketat siklus pembayaran untuk pengemudi meningkatkan retensi dan akuisisi. Oleh karena itu, ia yakin bahwa layanan yang dihadirkan oleh Kini akan berguna untuk memberdayakan bisnis terkait pengelolaan tenaga kerja kerah biru dalam skala besar.

Selain itu, jutaan pekerja kerah biru di Indonesia dan Asia Tenggara masih underbanked, hidup dari gaji ke gaji, dan memiliki akses terbatas ke kredit, sehingga rentan terhadap pinjaman predator, termasuk pinjaman online alias pinjol ilegal.

Underbanked adalah orang yang memiliki akses layanan keuangan, namun tidak maksimal. Misalnya, mempunyai rekening bank, tetapi tidak dapat mengakses layanan keuangan lainnya seperti pinjaman bank, investasi, dan lainnya.

Kini menyediakan layanan gaji on-demand atau disebut juga sebagai earned wage access. Startup ini membantu karyawan mengatur keuangan.

Pegawai mendapatkan uang tunai, membayar tagihan, serta fitur-fitur termasuk asuransi mikro.

Platform Kini juga membantu perusahaan mengelola tenaga kerja, termasuk pencairan  insentif atau tunjangan secara instan, voucer diskon, komunikasi, penggajian, serta integrasi API dengan sistem informasi HR dan sistem pelacakan waktu pekerja.

Volume transaksi bulanan rata-rata Kini tumbuh 70%. Startup ini memiliki tim 10 orang dan sudah melayani lebih dari 50 perusahaan, seperti Ismaya Group, Asaba, dan Doku.

"Kini menjadi mitra luar biasa bagi bisnis kami, bertindak sebagai jaring pengaman bagi para karyawan saat dibutuhkan,” kata Manajer HR Ismaya Group Amanda.

Partner East Ventures Melisa Irene menyampaikan, kebutuhan akan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia semakin penting. “Kami percaya pada misi Kini untuk merevolusi cara jutaan pekerja mengelola uang untuk mencapai kesehatan finansial yang lebih baik,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait