Bos Facebook Ingatkan Pegawai Berkinerja Buruk Berpotensi PHK

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg bicara soal potensi PHK staf yang tidak dapat memenuhi target. Ia juga mengimbau pekerja mewaspadai resesi ekonomi.
Desy Setyowati
6 Juli 2022, 13:10
Facebook, meta, phk,
Facebook
Facebook resmi berganti nama menjadi Meta dan meluncurkan logo baru yang berlambang infiniti biru.

CEO Meta Platforms Inc Mark Zuckerberg meminta seluruh pegawai mewaspadai resesi ekonomi Amerika Serikat (AS). Pendiri Facebook ini juga disebut-sebut meminta manajemen ‘menyingkirkan’ pekerja yang gagal memenuhi target, meski tidak spesifik menyebutkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu memangkas target perekrutan engineer 30% tahun ini. Jumlahnya yakni turun dari target 10 ribu menjadi sekitar 6.000 - 7.000.

Hal itu diketahui dari rekaman audio sesi tanya jawab mingguan petinggi dengan karyawan Meta. Rekaman ini diperoleh Reuters.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan pegawai untuk bersiap menghadapi penurunan ekonomi yang mendalam. Apalagi, AS diperkirakan mengalami resesi tahun depan.

Advertisement

"Jika harus bertaruh, saya akan mengatakan bahwa ini mungkin salah satu penurunan terburuk yang pernah kita lihat dalam sejarah baru-baru ini," kata Zuckerberg kepada para pekerja dalam sesi tanya jawab mingguan karyawan, dikutip dari CNBC Internasional, akhir pekan lalu (1/7).

Induk Instagram itu membiarkan posisi tertentu tidak terisi. Selain itu, meminta manajemen menyingkirkan staf yang tidak dapat memenuhi target yang lebih agresif.

"Secara realistis, mungkin ada sekelompok orang di perusahaan yang seharusnya tidak berada di sini," kata Zuckerberg.

"Bagian dari harapan saya dengan meningkatkan harapan dan memiliki tujuan yang lebih agresif, dan hanya sedikit ‘turning up the heat’ adalah bahwa saya pikir beberapa dari Anda mungkin memutuskan bahwa tempat ini bukan untuk Anda,” ujarnya.

Induk WhatsApp itu bersiap dengan struktur yang lebih ramping pada paruh kedua tahun ini. “Itu untuk mengatasi tekanan ekonomi makro dan privasi data yang menghantam bisnis iklan,” demikian isi memo internal yang dilihat oleh Reuters, minggu lalu (29/6).

“Perusahaan harus beroperasi lebih ramping, lebih kejam, tim pelaksana yang lebih baik," tulis Chief Product Officer Meta Chris Cox dalam memo yang muncul di forum diskusi internal perusahaan Workplace sebelum Q&A.

"Saya harus menggarisbawahi bahwa kita berada dalam masa-masa serius saat ini dan headwins (faktor-faktor ekonomi) sangat keras," tulis Cox.

“Kita perlu mengeksekusi dengan sempurna di lingkungan pertumbuhan yang lebih lambat. Tim seharusnya tidak menambah engineer dalam jumlah besar dan anggaran baru,” tambah dia.

Juru bicara Meta menyampaikan, memo itu bertujuan memberi penjelasan kepada pegawai mengenai kondisi perekonomian dan dampaknya terhadap perusahaan. “Kami mencurahkan lebih banyak energi untuk mengatasinya," ujar dia.

Valuasi Meta memang turun drastis tahun ini, karena harga saham perusahaan teknologi tertekan. Raksasa ini juga mengalami penurunan pengguna aktif harian kuartalan untuk pertama kalinya.

Oleh karena itu, induk Facebook itu berfokus pada dua strategi utama, yakni:

  1. Merombak produk media sosial, dengan berfokus pada "penemuan" untuk mengalahkan pesaing yakni TikTok
  2. Perusahaan berfokus mengembangkan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR)

Meta pun berencana meningkatkan jumlah unit pemrosesan grafis (GPU) di pusat data lima kali lipat pada akhir tahun. Ini untuk mendukung pengembangan AR dan VR.

Sedangkan untuk mengalahkan TikTok, Meta berfokus pada Reels di Instagram. Induk Facebook ini juga melihat potensi pada fitur belanja.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait