Ratusan Bursa Kripto Bangkrut, Bitcoin dkk Diramal Berubah dari 3 Sisi

Desy Setyowati
19 Desember 2022, 13:41
bitcoin, kripto, sam bankman-fried
Katadata
Bitcoin

Ratusan bursa kripto bangkrut tahun ini, termasuk FTX dan Three Arrows Capital atau 3AC. Hal ini dinilai akan mengubah industri bitcoin, ethereum dan lainnya dari tiga sisi, yakni regulasi, konsolidasi, dan inovasi.

Mitra di firma hukum Keystone Law yang berspesialisasi di bidang penipuan aset kripto Louise Abbott menilai, kejatuhan bursa kripto milik Sam Bankman-Fried, FTX dan 130 perusahaan afiliasinya, sangat mengecewakan bagi investor.

“Atau lebih menghancurkan bagi investor,” kata Abbott dikutip dari CNBC Internasional, Senin (19/12).

CNBC Internasional pun merangkum proyeksi sejumlah ahli, termasuk Abbott. Mereka menilai, kebangkrutan ratusan perusahaan kripto itu akan mengubah bisnis cryptocurrency ke depan da1. Regulasiri tiga sisi, yakni:

1. Regulasi

Aturan terkait kripto dinilai belum lengkap, termasuk tentang perlindungan bagi investor. “Ini mungkin akan berubah. Pemerintah di Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Inggris sedang mengambil langkah untuk ‘membersihkan’ pasar,” ujarnya.

Tujuannya, mengurangi risiko bagi konsumen yang membeli kripto. Selain itu, membuat bursa bertanggung jawab, jika kehilangan aset investor.

“Saya pikir jika kita (pemerintah) mampu menawarkan beberapa regulasi, maka akan membangun kepercayaan diri,” ujarnya. “Jika tidak ada regulasi, investor dibiarkan tanpa perlindungan yang dibutuhkan.”

CEO Wintermute Evgeny Gaevoy menambahkan, bursa kripto yang bangkrut seperti Celsius, 3AC, FTX tidak sepenuhnya terdesentralisasi dan tak tersentralisasi dengan baik.

“Pelajaran terbesar dari kebangkrutan FTX adalah bahwa Anda tidak dapat menerapkan sentralisasi penuh, dan kurangnya pengawasan,” ujar dia.

2. Jumlah perusahaan kripto semakin sedikit

Banyak perusahaan dan proyek baru muncul setelah musim dingin kripto pada 2018, termasuk FTX yang berdiri pada 2019. Kini, jumlah perusahaan kripto diramal semakin sedikit ke depan.

Setelah 3AC, Voyager, FTX bangkrut, kini giliran perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi hampir ‘jatuh’. Begitu juga dengan Gemini dan Genesis.

“Tantangan untuk seluruh bisnis ketika Anda berpikir tentang penularan adalah bahwa FTX dan Alameda merupakan investor yang sangat aktif di industri ini,” kata CEO Blockchain.com Peter Smith dalam diskusi di acara konferensi kripto di London.

Kekhawatir tentang kesehatan keuangan bursa kripto pun meningkat, imbas kebangkrutan FTX dan ratusan perusahaan afiliasinya. Miliaran dolar pun keluar dari bursa terbesar di dunia Binance dalam seminggu terakhir.

Investor memang tidak memperkirakan bahwa Binance menghadapi risiko kebangkrutan. Tapi Binance dan Coinbase menghadapi latar belakang pasar yang suram di tengah penurunan volume perdagangan dan saldo akun.

3. Inovasi

Pendukung bisnis kripto yakni Web3, dinilai membuka jalan bagi penggunaan blockchain yang lebih inovatif, ketimbang hanya untuk cryptocurrency.

“Apa yang sering kami lihat adalah perusahaan yang memiliki lengan inovasi digital atau metaverse,” kata CEO Near, perusahaan yang mendapatkan investasi dari FTX, Marieke Flament. “Mereka mengerti bahwa teknologi ada di industri ini. Itu tidak akan hilang.”

NFT atau nonfungible token dinilai dapat mengubah hubungan pengguna dengan gim dan suatu acara.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait