Kredivo dan KrediFazz Gencarkan Literasi Pengguna Fintech Bijak

Pentingnya memahami hak dan kewajiban layanan fintech bagi generasi Z dan milenial
Dicky Christanto W.D
12 Desember 2022, 16:56
Kredivo survey
Katadata (Courtesy of Kredivo)

Kredivo menggandeng KrediFazz untuk mendorong literasi tentang pemahaman hak dan kewajiban pengguna fintech bagi mahasiswa di Bogor, Jawa Barat. Upaya ini sejalan dengan temuan Kredivo di mana 82 persen dari total penggunanya merupakan generasi Z dan milenial.

Diperkuat juga dengan data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen pengguna fintech didominasi oleh generasi muda. Maka itu, pemahaman tentang hak dan kewajiban di kalangan generasi muda semakin krusial seiring dengan maraknya kejahatan siber seperti penipuan, penyalahgunaan akun fintech lending, dan pelanggaran privasi.

Pihaknya menilai literasi menjadi kunci preventif yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak agar tercipta ekosistem layanan keuangan digital yang kondusif di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi negara juga dapat terakselerasi jika generasi muda dapat mengoptimalkan manfaat fintech serta meminimalisasi risikonya.

Direktur External Affairs Kredivo mengatakan Andy N. Gultom mengatakan, “kami melihat tren peningkatan pengguna paylater di kalangan generasi muda akan terus meningkat. Adanya potensi peningkatan ini perlu diimbangi dengan literasi keuangan digital pada generasi muda, termasuk mengenai hak dan kewajiban sebagai pengguna fintech.”

Advertisement

Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan fintech lending memberikan dampak positif bagi generasi muda jika dimanfaatkan secara bijak dan produktif. Namun, tak sedikit pengguna fintech yang belum paham hak dan kewajibannya. Padahal, pengguna dapat memperoleh perlindungan sebagai konsumen dan terhindar dari berbagai risiko di kemudian hari.

“AFPI mendukung kegiatan edukasi dari Kredivo dan KrediFazz mengenai pentingnya menjadi pengguna fintech lending yang bijak guna terciptanya industri fintech yang semakin kondusif dan tumbuh berkelanjutan, serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang bertransaksi,” kata Kuseryansyah.

Untuk menghindari risiko ini, konsumen dapat melakukan beberapa langkah di antaranya, (1) memastikan platform tersebut telah berizin dan diawasi oleh OJK, (2) memastikan platform tersebut memberikan transparansi pada suku bunga, jatuh tempo pembayaran, hingga denda keterlambatan, (3) perhatikan syarat dan ketentuan sebelum daftar dan melakukan pinjaman, (4) memahami konsekuensi jika tidak memenuhi kewajiban sebagai pengguna, dan (5) menggunakan limit kredit sesuai dengan kemampuan finansial dan melunasi pembayaran secara tepat waktu agar reputasi kredit tetap baik.

Menjadi pengguna fintech yang bijak juga dapat membantu pengelolaan cash flow pribadi sehingga arus uang masuk dan keluar tetap lancar guna merencanakan keuangan lebih baik.

Anita Wijanto, Direktur Utama KrediFazz menambahkan, “Salah satu yang terpenting menjadi pengguna fintech yang bijak adalah mempertahankan dan menjaga skor kredit. Hal ini tentunya dapat berguna bagi konsumen untuk pengajuan kredit atau pinjaman di seluruh lembaga keuangan, baik itu fintech maupun lembaga keuangan konvensional karena memiliki histori kredit yang baik dengan selalu melunasi kewajiban.”

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait