4 Alasan Kenapa TikTok Lebih Pas Gandeng Tokopedia

Uji Sukma Medianti
Oleh Uji Sukma Medianti - Tim Publikasi Katadata
11 Desember 2023, 16:13
Tokopedia TikTok
Tokopedia
Tokopedia TikTok

TikTok, anak usaha ByteDance Ltd, akhirnya mencapai kesepakatan berinvestasi di Tokopedia, lini bisnis belanja online atau e-commerce milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan menggelontorkan dana lebih dari US$ 1,50 miliar atau setara dengan Rp23 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$).

Sejak pertengahan Oktober lalu, kabar TikTok yang akan masuk lagi ke Indonesia dengan menggandeng salah satu e-commerce sudah disinggung beberapa sekuritas, di antaranya Maybank Sekuritas, JPMorgan, dan Macquarie.

Pada Senin (11/12), kedua pihak resmi mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.

Sebagai bagian dari kemitraan strategis itu, Tokopedia dan TikTok Shop akan mengombinasikan bisnis mereka.

Dengan demikian, di Indonesia TikTok Shop akan beroperasi melalui PT Tokopedia dan TikTok akan menjadi pemegang saham pengendali.

Gelontoran investasi itu menjadi komitmen jangka panjang TikTok berinvestasi mendukung operasional Tokopedia, tanpa menyebabkan dilusi lebih lanjut pada kepemilikan saham GoTo di Tokopedia.

“[Kemitraan ini] untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang atas sektor UMKM Indonesia dan ekonomi digital secara keseluruhan,” tulis Sekretaris Perusahaan GoTo, R.A Koesoemohadiani, dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/12).

Sebelumnya, TikTok Shop Indonesia, fitur belanja di aplikasi media sosial berbasis video pendek format vertikal milik ByteDance ini, resmi menghentikan transaksi e-commerce di aplikasinya sejak Rabu 4 Oktober 2023, sebagai bentuk kepatuhannya terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/2023, yang melarang fitur e-commerce dan media sosial dalam satu aplikasi.

Kenapa Tokopedia Jadi Pilihan?

Di awal berhentinya operasi TikTok Shop Indonesia, banyak pihak meramal mereka akan kembali lagi. Bahkan ada yang berspekulasi mereka akan segera membuat aplikasi terpisah, khusus untuk TikTok Shop.

Namun, belakangan muncul spekulasi bahwa mereka akan menggandeng mitra lokal.

Kabar tersebut dikonfirmasi Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki yang mengatakan TikTok sedang berdiskusi dengan e-commerce, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Bahkan kabarnya, ada wacana bersanding dengan Lazada.

Secara nilai, mengacu riset “E-Commerce in Southeast Asia” per Juni 2023 yang dirilis Momentum Works, TikTok Shop mampu mencetak nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) e-commerce tahun lalu di Indonesia mencapai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 39 triliun, dengan jumlah pengguna tembus 125 juta.

Sementara itu, Tokopedia menjadi salah satu pemimpin pasar yang bersaing ketat dengan Shopee, berdasarkan riset Momentum Works.

Nilai GMV e-commerce di Asia Tenggara tahun 2022 mencapai US$ 99,5 miliar atau Rp 1.542 triliun. Dari jumlah itu, Indonesia terbesar dengan menyumbang 52 persen, setara US$ 51,9 miliar atau Rp 804 triliun.

Dengan nilai itu, pangsa pasar terbesar dipegang Shopee 36 persen, disusul Tokopedia 35 persen, Lazada 10 persen, Bukalapak 10 persen, TikTok Shop 5 persen, dan Blibli 4 persen.

“Melalui kolaborasi ini, TikTok, Tokopedia dan GoTo akan mentransformasi sektor e-commerce Indonesia dengan berbagai inisiatif bersama, termasuk promosi produk Indonesia di platform Tokopedia dan TikTok dan membangun kapasitas UMKM Indonesia,” tulis Koesoemohadiani.

Sementara itu, Stephanie Susilo, Executive Director of TikTok E-Commerce Indonesia, menjelaskan, kombinasi dengan Tokopedia mengawali babak baru komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami memiliki tujuan yang sama untuk mendukung konsumen dan UMKM Indonesia; dan GoTo, sebagai juara nasional, adalah mitra yang paling ideal untuk mencapai misi bersama dalam memberdayakan dan mendukung kemajuan bisnis lokal," kata Stephanie, saat diminta konfirmasi media.

Sebelumnya, beberapa riset sekuritas juga menempatkan Tokopedia menjadi urutan teratas mitra paling tepat bagi TikTok.

Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra, mengatakan calon mitra TikTok harus memiliki ekosistem yang terintegrasi (logistik hingga pembayaran digital), didukung basis pengguna yang sangat besar di Indonesia, dan harus punya pemahaman mendalam tentang pasar lokal.

“Dengan asumsi model kemitraan, kami yakin GOTO adalah kandidat utama. Kami mempertahankan rekomendasi buy [beli saham] GOTO dengan target harga sebesar Rp153,” tulis Etta dalam riset 17 Oktober 2023.

Kriteria ini mendasar mengingat baik Shopee, Bukalapak, Blibli, dan Lazada belum memiliki ekosistem selengkap Tokopedia yang didukung ride-hailing Gojek, pembayaran digital via Gopay, GoTo Logistics, dan bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang 21 persen sahamnya dipegang GoTo Financial (GTF).

Lagipula, jika TikTok menggandeng Shopee atau Lazada, kian kentara penguasaan China mengingat Lazada adalah international commerce dari Alibaba Group asal China, bersama AliExpress, Trendyol, dan Daraz.

Sementara bila merapat ke PT Bukalapak Tbk (BUKA), lini marketplace mereka belum berkontribusi di atas 50 persen dari pendapatan.

Tahun lalu, bisnis marketplace BUKA menyumbang Rp1,52 triliun, atau 42 persen dari total pendapatan Rp3,62 triliun. Sisanya dari pendapatan mitra Rp1,97 triliun dan pengadaan Rp133 miliar.

Menurut Macquarie, sinergi TikTok-Tokopedia juga akan sama-sama menguntungkan ketimbang dilakukan oleh e-commerce lain.

"Mengingat rekam jejak GOTO sebagai pemimpin lokal dengan pemegang saham yang memiliki koneksi yang baik,” tulis riset Macquarie, tertanggal 23 Oktober 2023.

Sekuritas ini menilai, pertumbuhan GMV e-commerce Indonesia hanya akan tumbuh 7 persen tahun ini menjadi US$62 miliar atau Rp 961 triliun, mengacu prediksi Google, Temasek, dan Bain & Co.

Angka ini melambat dari 2021-2022 yang melesat 20 persen menjadi US$ 58 miliar atau Rp899 triliun.

“Untuk salah satu pemain utama e-commerce, Tokopedia milik GOTO misalnya, GMV selama 9 bulan 2023 turun hampir 9 persen year on year. Ini menunjukkan TikTok Shop menjadi kontributor utama pertumbuhan [GMV e-commerce Indonesia]. TikTok Indonesia memiliki 125 juta pengguna, menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua setelah AS,” tulis Macquarie.

Selain itu, tulis Macquarie, bagi pemerintah Indonesia, kesepakatan ini dapat menghasilkan pendapatan pajak tambahan dan lebih banyak investasi dari TikTok di Indonesia.

"CEO TikTok menyatakan pada Juni 2023 bahwa perusahaan akan berinvestasi miliaran dolar di Indonesia dan di negara lain di Asia Tenggara,” tulis Macquarie.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...