Grab Ajari UMKM Perempuan Hitung Margin Agar Tak Rugi di Era Jualan Online

Rahayu Subekti
13 Mei 2026, 19:01
Grab, perempuan, merchant Grab
Grab Indonesia
Grab membekali lebih dari 1.800 UMKM perempuan di 13 kota dengan strategi pengelolaan bisnis digital agar tidak merugi saat berjualan online.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Grab memperkuat upaya pemberdayaan pelaku usaha perempuan melalui program Arisan Sekumpulan Perempuan Bisa (Serabi) 2026. Lewat program tersebut, Grab membekali lebih dari 1.800 UMKM perempuan di 13 kota dengan strategi pengelolaan bisnis digital agar tidak merugi atau boncos saat berjualan online.

Program ini digelar mulai akhir April hingga Mei 2026 di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, dan Balikpapan.

Berbeda dari sekadar komunitas pelaku usaha, Serabi tahun ini difokuskan menjadi ruang edukasi bisnis praktis bagi Mitra GrabMerchant perempuan. Lewat program ini, diharapkan pelaku usaha lebih memahami strategi penetapan harga, pengelolaan biaya operasional, hingga pemanfaatan data tren konsumen.

Director of Territory Jabo and ID Central Operations Grab Indonesia Iki Sari Dewi mengatakan, banyak UMKM perempuan memiliki produk yang diminati pasar. Namun, banyak UMKM perempuan masih menghadapi tantangan dalam menentukan harga jual produk online yang sehat.

“Kami menyadari berjualan di ranah digital membutuhkan strategi penetapan harga yang berbeda dibandingkan dengan penjualan offline,” kata Iki dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (13/5).

Tingginya antusiasme pelaku usaha untuk menarik konsumen sering kali membuat mereka belum memperhitungkan seluruh biaya operasional secara tepat. Pada akhirnya, hal ini membuat keuntungan bisnis belum optimal.

“Sering kali, karena tingginya antusiasme untuk menarik konsumen, strategi harga yang diterapkan belum sepenuhnya memperhitungkan komponen biaya operasional secara tepat, sehingga potensi keuntungan belum dapat dimaksimalkan. Melalui Arisan Serabi 2026, kami hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.

Strategi Menghitung Harga yang Tepat

Salah satu materi utama dalam program ini adalah sesi BisaMatika, yakni lokakarya penetapan harga online yang mengajarkan cara menghitung harga jual agar margin keuntungan tetap mampu menutup biaya layanan maupun promo.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan membaca tren permintaan konsumen berbasis data agar dapat menentukan produk dan strategi promosi yang lebih efektif. Grab turut mengenalkan pemanfaatan GrabModal Mantul sebagai solusi pembiayaan usaha yang lebih terencana.

Salah satu peserta Serabi asal Medan, Miranti Pramitha mengaku pelatihan tersebut membantu pelaku usaha memahami strategi harga yang tepat di tengah kenaikan biaya bahan baku.

“Sesi edukasi BisaMatika ini adalah yang paling kami tunggu karena dampaknya langsung terasa pada kelangsungan usaha. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang strategi penetapan harga jual online yang tepat untuk menjaga margin keuntungan,” ujar Miranti.

Menurut Miranti, pemahaman tersebut menjadi solusi praktis agar UMKM tidak mengalami kerugian di tengah fluktuasi harga bahan baku. Kini ia mulai menyesuaikan strategi harga sekaligus memilih produk yang lebih menguntungkan.

Sejak diluncurkan pada 2023 dengan hanya 50 anggota di Jakarta, komunitas Serabi telah berkembang menjadi lebih dari 3.800 anggota di 13 kota di Indonesia. Grab menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM perempuan agar mampu membangun bisnis digital yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...