Bursa Kripto Asing Serbu Pasar Indonesia

Desy Setyowati
30 Januari 2019, 15:12
Bitcoin
Katadata

CEO Upbit Asia Pasifik Alex Kim yang baru meluncurkan layanan di Indonesia pun menyatakan optimisme. "Kami optimistis Indonesia akan memainkan peran utama dalam strategi ekspansi Upbit di Asia Pasifik," ujar CEO Upbit APAC Alex Kim, Selasa (29/1).

Menurut dia, ekosistem dan potensi aset kripto di Indonesia cukup positif. "Kami tertarik untuk investasi di Indonesia. Kami memahami besarnya peluang di Indonesia. Blockchain juga tumbuh di Indonesia," ujarnya. UpBit disebut-sebut sebagai bursa cryptocurrency terbesar di Korsel.

Sementara GoPax, mengklaim perusahaannya sebagai bursa cryptocurrency terbesar ke lima di Korsel, dengan volume perdagangan mencapai 5 ribu bitcoin sehari.

Pada Agustus 2018, perusahaan serupa asal Korsel, Coinone juga masuk ke Indonesia. Secara global, volume transaksi Coinone mencapai sekitar US$ 275 dalam sebulan terakhir dan berada pada urutan ke 73 dari 100 bursa kripto terbesar dunia.

(Baca: Mata Uang Kripto Bakal Diatur Sebagai Aset Digital di Bursa Berjangka)

Selain pasar yang potensial, pembukaan bursa mata uang digital di Indonesia juga dimungkinkan setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis aturan terkait aset kripto (crypto asset).

Aturan itu berupa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 99 Tahun 2018 yang dirilis pada 20 September 2018. Aset kripto ditetapkan sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka. Maka, kripto bisa diperdagangkan di bursa berjangka dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Yang menarik, Luno, bursa cryptocurrency berbasis di London, Inggris masuk ke Indonesia sejak 2015. Berdasarkan data Coinmarketcap, Luno berada pada urutan ke-90 dari 100 exchange kripto terbesar dunia dengan jumlah transaksi dalam 30 hari terakhir sebesar US$ 90,4 juta.

Luno bersama lembaga riset TNS melalukan survei kepada 1.000 responden yang mayoritas tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera pada 2018.  Hasil riset itu menyebutkan, 63% orang di Indonesia sudah mengenal bitcoin. Popularitas cryptocurrency di Indonesia bahkan mengalahkan Malaysia, Prancis, Italia, dan Romania.

"Hasil riset ini membuktikan, cryptocurrency memiliki potensi yang besar untuk diadopsi di Indonesia," kata Country Manager Luno Indonesia Kanta Nandana, (16/10/2018) lalu.

Halaman:
Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...