Trik Budi Gandasoebrata Tembus Perbankan Saat Membangun Midtrans

Amelia Yesidora
11 November 2022, 16:40
Trik Budi Gandasoebrata Tembus Perbankan Saat Membangun Midtrans
Youtube

Setelah 12 tahun menimba ilmu dan bekerja di negeri orang, Budi Gandasoebrata membangun Midtrans. Perusahaan ini bergerak di teknologi keuangan alias financial technology (fintech). Budi membangunnya bersama Ryu Suliawan pada 2012, meski tidak memiliki latar belakang di bidang sistem pembayaran.

Satu dekade berselang, kini Midtrans telah menjadi bagian sistem pembayaran salah satu unicorn terbesar Indonesia, GoTo.

Advertisement

Kisah Midtrans dimulai pada 2012. Kala itu e-commerce sedang tumbuh dengan pesat di Indonesia. Beberapa nama yang muncul yakni Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, hingga MatahariMall. 

Budi mengenang di masa ini ada banyak pihak yang bersaing untuk membuat marketplace dengan keunikan masing-masing. Misalnya, ada marketplace khusus produk kecantikan hingga yang hanya ditargetkan bagi kebutuhan bayi.

Meski begitu, ada satu titik yang belum banyak dilirik kala itu: sistem pembayaran. Meski e-commerce di Indonesia sudah mulai banyak, namun metode pembayaran yang dilakukan masih manual melalui transfer bank.

Bahkan, Budi bercerita, ada marketplace yang punya satu tim khusus untuk mengecek struk transfer yang dikirimkan konsumen pada mereka satu per satu. “Daripada kami compete dengan semuanya, lebih baik bikin bisnis yang dipakai buat semuanya. Dan waktu itu, payment was definitely one of them,” kata Budi di Impacttalk Vodcast, beberapa waktu lalu.

Midtrans awalnya mencoba fokus di metode pembayaran kartu kredit. Metode ini Budi pilih lantaran percaya kelas menengah Indonesia akan terus berkembang. Lebih-lebih ketika melihat situasi global kala itu di Jepang, Amerika, dan Eropa. Di sana, tingkat penetrasi kartu bertumbuh tinggi.

Selain itu, langkah integrasi kartu kredit kala itu tidak semudah sekarang, bahkan ada bank yang tidak menerima merchant dengan metode pembayaran tersebut. 

Membangun Midtrans di Tengah Ketiadaan Regulasi Bank

Membawa diri sebagai perusahaan payment gateway alias layanan pembayaran, Budi bercerita ada tiga kesulitan dari bank ketika itu. Pertama, waktu ia menawarkan produknya ke berbagai bank dengan membawa merchant yang bermitra dengan Midtrans, umurnya dan para pemilik merchant itu tergolong masih muda, 28 sampai 29 tahun.

Ternyata, umur belia ini menghambat merchant untuk bekerja sama dengan bank. Berdasarkan kebijakan yang berlaku saat itu, bank harus melihat akta perusahaan, daftar direktur, serta usianya. Salah satu bagian dari mitigasi risiko, bank menolak pengajuan mitra kartu kredit merchant lantaran usia direkturnya di bawah 30 tahun.

“Tapi terkait dengan kebijakan, untung saat itu Midtrans, yang masih bernama Veritrans, langsung membawa PCI DSS. Kalau kami terverifikasi PCI DSS, itu membuka jalan yang cukup gampang,” kata Budi.

PCI DSS sendiri singkatan dari Payment Card Industry Data Security Standard, sebuah standar keamanan global untuk menjaga data kartu kredit.

Halaman:
Reporter: Amelia Yesidora
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement