Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih tersungkur hingga auto reject bawah (ARB) ke Rp 32 atau merosot 13,51% selama tiga hari berturut-turut.
Saham GOTO diprediksi masih tertekan dan berpotensi kena Auto Rejection Bawah lagi, dengan risiko harga bisa menyentuh level Rp 27 bahkan Rp 1 akibat tekanan jual yang masif.
Tersungkurnya saham GOTO membuat posisi investasi anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Telkomsel, mencatatkan floating loss jumbo. Nilainya anjlok hingga 86,3% per Selasa (29/9) ini.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) rontok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) ke level Rp 37 per saham pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9).
Antrean jual saham PT Gojek Tokopodia Tbk (GOTO) tembus 1,03 miliar lot saham pada penutupan perdagangan Senin (28/9). Bila dikalkulasi di harga Rp 43, maka dibutuhlan total Rp 4,49 Triliun.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) rontok ke level bawah batas auto rejection bawah (ARB) 14% menjadi Rp 43 pada pembukaan perdagangan Senin (28/9). Harga saham terkunci di level ARB
Para investor ramai-ramai menjual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan antrean jual menembus hingga 1 miliar lot pada perdagangan intraday hari ini, Senin (28/9) pukul 09.48 WIB.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung anjlok ke batas auto rejection bawah (ARB) 14% menjadi Rp 43 pada pembukaan perdagangan Senin (28/9).
Sederet saham yang sebelumnya tertahan di level minimum Rp 50 mulai langsung anjlok setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp 1, Senin (28/9).
Antrian jual saham raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kian mengular. Hingga perdagangan Selasa (22/9) pukul 15.10 WIB, total antrian jual saham GOTO mencapai 393,83 juta lot
Kepemilikan Morgan Stanley di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) meningkat signifikan, bertambah dari 65,80 miliar saham atau 5,71% menjadi 87,48 miliar saham atau setara 7,59%.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diramal kian merana. Pasalnya, setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan harga minimum saham turun dari level 50 ke level 1 per saham.