Kebijakan potongan tarif ojek online jadi sorutan, namun masalah sebenarnya adalah trilema kepentingan antara driver, aplikator, dan konsumen yang sulit diselesaikan.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan beruntun di pasar modal. Setelah sebelumnya GOTO dikeluarkan dari indeks MSCI, kini giliran FTSE melakukan hal sama. Bagaimana prospeknya?
Tekanan bertubi-tubi menghantam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring gelombang aksi jual terus membayangi emiten teknologi itu. Terakhir FTSE Russell mengeluarkan saham GOTO dari indeks.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) digebuk beberapa sentimen sejak awal Mei. Imbasnya, investor institusi asing kabur dari saham raksasa teknologi nasional itu.
Lembaga pemeringkat indeks global MSCI membekukan proses rebalancing terhadap saham GOTO karena saham emiten tersebut diperdagangkan di level minimum Rp 50 alias gocap.
GOTO memastikan Gojek hanya akan memungut komisi 8% atas penghasilan ojol dari pengantaran orang, sesuai arahan Presiden Prabowo. Bagaimana dampaknya ke pendapatan perusahaan?
GoTo akui kebijakan komisi ojol 8% via Perpres No. 27/2026 akan menekan pendapatan GoRide. Namun perusahaan optimis bertahan lewat kekuatan ekosistem dan diversifikasi lini bisnis.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan strategi untuk bertahan menyusul terbitnya regulasi yang membatasi potongan komisi dari aplikator terhadap mitra pengemudi.
Pemerintah berencana mengakuisisi saham perusahaan aplikator ojek online (ojol) secara bertahap. Langkah awal dilakukan dengan menggenggam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di bawah 1%
Presiden Prabowo Subianto meneken Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang mengatur potongan aplikasi ojol maksimal 8% dan jaminan sosial wajib bagi mitra pengemudi.
Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara kini bersiap mengambil langkah strategis dengan menggenggam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Apa rencananya?
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara bersiap menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Apa alasannya?
Potensi merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab kembali mencuat setelah pemerintah mulai masuk sebagai pemegang saham GOTO, meski porsi yang tak signifikan.