Luncurkan Grab Ventures, Grab Sasar Startup Indonesia

Pingit Aria
6 Juni 2018, 12:12
Grab Taksi
Arief Kamaludin|KATADATA

Aplikasi pemesanan transportasi online Grab meluncurkan Grab Ventures, pada Selasa (5/6). Indonesia akan menjadi fokus investasi Grab Ventures, selain tujuh negara lain  yang jadi basis operasi Grab di Asia Tenggara. 

“Indonesia adalah sasaran utama kami," kata Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan di sela perayaan ulang tahun ke-6 Grab di Balai Kartini, Jakarta, Selasa Malam (5/6).

Grab Ventures akan berfokus untuk mengembangkan startup teknologi di berbagai sektor, seperti jasa pesan-antar makanan, logistik, dan jasa keuangan. Investasi di berbagai bidang ini akan memperluas bisnis perusahaan dari semula hanya pemesanan transportasi.

Grab, yang kali pertama dikembangkan sebagai aplikasi pemesanan taksi enam tahun lalu, telah berusaha masuk ke bidang layanan lain, termasuk sistem pembayaran dan pengantaran makanan. Pada awal tahun ini, Grab mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara.

(Baca juga: Grab Tetap Optimistis Tanggapi Rencana Ekspansi Go-Jek ke Empat Negara)

Portofolio Grab Ventures saat ini sudah mencakup perusahaan teknologi mobil tanpa sopir Drive.ai dan jasa keuangan Indonesia, Kudo. Lini usaha ini berencana untuk bekerja sama dengan delapan hingga 10 startup yang sedang tumbuh dalam 24 bulan ke depan.

Di Indonesia, Ongki menyebut, Grab Ventures tengah menjajaki peluang investasi dengan dua perusahaan modal ventura lokal yang masih dirahasiakan.

Ia juga tidak mau menyebut soal besaran dana yang disiapkan Grab untuk mengembangkan bisnis modal ventura tersebut. Intinya, bidang bisnis ini bakal membidik para start up yang bisa mengembangkan ekosistem bisnis Grab. "Kalau ternyata ada banyak startup, kami akan naikkan dananya. Jadi tidak ada batasan khusus," katanya.

Ongki mencontohkan saat Grab mengakuisisi Kudo. Meski tidak menyebut nilainya, namun startup tersebut bisa memberi nilai tambah bagi Grab, terutama dari sisi rekrutmen pengemudi. Menurutnya, ekspansi Grab hingga ke 127 kota di Indonesia tidak terlepas dari keberadaan Kudo.

(Baca juga: Go-Jek Siapkan Rp 7,1 Triliun untuk Ekspansi ke Empat Negara)

Sebelumnya, Kepala Grab Ventures Chris Yeo menyatakan visi perusahaannya untuk menjadi aplikasi yang digunakan setiap hari oleh penduduk Asia Tenggara. “Jadi kami tertarik pada teknologi apapun yang memungkinkan visi itu terwujud dalam hal menjadi platform lengkap O2O (online to offline)," kata Kepala Grab Ventures Chris Yeo kepada Reuters.

Ia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya dapat mengembangkan sendiri berbagai layanan baru atau bekerja dengan startup yang sudah ada. Grab Ventures akan bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah di Asia Tenggara untuk mendukung pengembangan teknologi startup.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Pingit Aria

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...