Ekonomi RI 2022 Dipatok 5,5%, Investasi ke Startup Diramal Moncer

Fahmi Ahmad Burhan
18 Agustus 2021, 11:17
startup, investasi ke startup, pertumbuhan ekonomi, rapbn 2022
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Rupiah dan dolar AS

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget 5% - 5,5% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2022. Investor dari kalangan modal ventura memperkirakan, investasi ke startup Tanah Air moncer tahun depan.

CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro menilai, minat investor berinvestasi ke startup akan naik jika ada tanda-tanda pemulihan ekonomi. “Akan kuat pada sisa tahun ini atau depan,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (16/8).

Advertisement

Di satu sisi, investasi ke startup bersifat jangka panjang, bahkan bisa lebih dari lima tahun. Oleh karena itu, yang menjadi pertimbangan bukan sekadar indikator ekonomi per periode. Salah satu yang dikaji yakni sektor startup potensial.

Hal itu terlihat dari perusahaan rintisan di sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan teknologi finansial (fintech) yang masih mendapatkan pendanaan tahun lalu. Itu meskipun pertumbuhan ekonomi minus secara tahunan (year on year/yoy) sejak kuartal II 2020 hingga kuartal I 2021, sebagaimana Databoks berikut:

Eddi memperkirakan, investasi ke startup kesehatan, pendidikan, dan keuangan tetap moncer tahun depan. "Kami tidak mudah berubah haluan, karena long term investors," kata dia.

Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani menyampaikan hal serupa. “Tren (investasi) terus naik dengan semakin aktifnya para perusahaan modal ventura, khususnya yang didukung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya.

Laporan DealStreetAsia menunjukkan, startup di Asia Tenggara meraih pendanaan US$ 6 miliar atau sekitar Rp 87,7 triliun pada kuartal pertama 2021. Pencapaian ini disebut menyentuh rekor.

Total pendanaan tersebut juga melonjak 43% yoy dan 48% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Hampir 70% dana terkumpul dari modal yang dijaminkan pada 2020.

Investasi itu diperoleh dari setidaknya 211 kesepakatan. Co-Founder sekaligus Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, faktor pendorong lonjakan pendanaan ke startup regional pada kuartal pertama yakni pemulihan ekonomi.

Selain itu, digitalisasi aktivitas bisnis menjadi lebih cepat dan luas selama pandemi corona. Kepercayaan investor juga semakin meningkat seiring menurunnya kasus virus corona dan vaksinasi Covid-19.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement