Dua Startup Perikanan Raih Investasi, Bidik Pasar Global Tahun Ini

Fahmi Ahmad Burhan
31 Januari 2022, 12:06
startup, perikanan, startup perikanan, aruna, efishery, pendanaan, investasi, cina, india
instagram/@efishery
Ilustrasi, pembudidaya ikan yang menggunakan perangkat eFishery.

Startup perikanan, Aruna dan eFishery meraih pendanaan bulan ini. Keduanya juga bersiap merambah pasar negara lain, seperti Cina dan India.

Aruna mendapatkan pendanaan seri A lanjutan US$ 30 juta atau sekitar Rp 432 miliar. Investasi ini dipimpin oleh Vertex Ventures Southeast Asia & India. Investor terdahulu yang berpartisipasi yakni Prosus Ventures dan East Ventures, AC Ventures, Indogen Capital, SMDV dan SIG.

Dengan tambahan dana segar itu, Aruna total mengumpulkan US$ 65 juta atau Rp 935 miliar dalam pendanaan seri A. “Ini mengindikasikan bahwa investor percaya pada potensi sektor maritim Indonesia," kata CEO Aruna Farid Naufal Aslam dikutip dari DealStreetAsia, akhir pekan lalu (27/1).

Aruna berencana menggunakan dana segar itu untuk ekspansi di Indonesia. Selain itu, meningkatkan pangsa pasar global.

Tambahan modal itu juga bakal dipakai untuk menambah sumber daya manusia (SDM) dan membangun infrastruktur teknologi dari ujung ke ujung (end to end) secara berkelanjutan. 

Sepanjang tahun lalu, startup perikanan itu membangun 100 komunitas nelayan, dengan lebih dari 26 ribu anggota terdaftar di 75 lokasi di Indonesia. Aruna mengklaim telah menghasilkan 5.000 peluang kerja di perdesaan.

Aruna beroperasi di 27 provinsi di Indonesia atau mewakili 70% Nusantara.

Pertengahan bulan ini (11/1), eFishery juga memperoleh pendanaan seri C US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Investasi ini dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India.

Investor lain yang berpartisipasi yakni Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners. Northstar Group merupakan salah satu investor Gojek. Sedangkan Go-Ventures adalah perusahaan modal ventura besutan Gojek.

Startup perikanan tersebut berencana ekspansi ke 10 negara. Tahun ini, perusahaan rintisan itu menyasar Thailand. Lalu India dan Cina.

Co-founder sekaligus CEO eFishery Gibran Huzaifah memperkirakan baru mampu ekspansi ke Thailand tahun ini. Perusahaan rintisan ini pun sudah menjalankan proyek percontohan secara komersial di negara itu.

eFishery kemudian akan menyasar India dan Cina dalam lima tahun ke depan. “Tahun ini, kami eksplorasi terlebih dahulu pasar tersebut," kata Gibran dalam media gathering di Jakarta, dua pekan lalu (12/1).

Ia optimistis bisa merambah kedua pasar tersebut maksimal pada 2026. Apalagi, pasar Cina dan India dinilai menjanjikan, baik dari sisi produksi dan konsumsi.

Selain ekspansi, eFishery berencana mencatatkan penawaran saham perdana ke publik atau IPO. "Tapi tidak bisa direalisasikan tahun ini. Kami bangun skalanya dulu, baru ke depan IPO," kata Gibran.

Saat ini, eFishery telah menggaet 30 ribu pembudidaya ikan di seluruh Indonesia. Perusahaan rintisan ini menargetkan bisa menggaet satu juta pembudidaya dalam jangka waktu lima tahun.

"Tahun ini kami targetkan bisa menggaet 200 ribu pembudidaya, atau meningkat hingga 4 kali lipat," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...