Grab Ungkap Ciri-ciri Driver Taksi Online dan Ojol yang Raup Rp 10 Juta/Bulan

Desy Setyowati
26 Februari 2026, 17:44
ojol, taksi online, grab,
Katadata/Fauza Syahputra
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu pesanan di Jalan Pegangsaan Timur, Cikini, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Grab menyebutkan jumlah mitra pengemudi taksi online dan ojol aktif harian mencapai 3,7 juta. Pesaing Gojek ini juga mengungkapkan ciri-ciri mitra driver yang bisa meraup Rp 10 juta lebih per bulan.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan lebih dari 80% mitra pengemudi ojol yang bergabung, tidak menjadikan pekerjaan driver transportasi online ini sebagai penghasilan utama. Selain itu, 67% lebih driver taksi online tidak mengandalkan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama.

"Dari 3,7 juta mitra yang terdaftar, sebanyak 700 ribu sampai 800 ribu di antaranya 'narik' minimal satu kali dalam sebulan," kata Neneng dalam acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Kamis (26/2). Jumlah ini mencapai 19% - 20% dari total.

Neneng kemudian menyebutkan ciri-ciri mitra pengemudi ojol yang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 10 juta per bulan, rata-rata mengambil order 28 per hari. "Biasanya yang menjadikan pekerjaan driver ojek online sebagai sumber nafkah utama," katanya.

Data internal Grab pada Desember 2025 juga menunjukkan, rata-rata pengemudi ojol yang mengambil 15 order per hari, bisa meraup pendapatan Rp 4 juta sampai Rp 10 juta per bulan.

Sementara itu, driver ojol yang meraih Rp 1 juta - Rp 4 juta per bulan, retata mengambil enam order per bulan. Selain itu, ada yang meraih penghasilan kurang dari Rp 1 juta per bulan, karena rerata mengambil empat order per hari.

Neneng juga mengungkapkan ciri-ciri mitra pengemudi taksi online yang meraup Rp 10 juta per bulan, yakni rata-rata mengambil 11 order per hari. Sementara itu, driver yang mendapatkan Rp 4 juta sampai Rp 10 juta per bulan, rerata 'narik' tujuh order per hari.

Sedangkan mitra pengemudi taksi online yang meraih Rp 1 juta sampai Rp 4 juta per bulan, rerata mengambil lima order per hari. Lalu, driver yang meraih kurang dari Rp 1 juta rerata mengambil kurang dari empat order per hari.

Oleh karena itu, Neneng menegaskan bahwa profesi sebagai pengemudi ojol maupun taksi online merupakan pekerjaan yang fleksibel. Menurut dia, peluang kerja ini juga menjadi bantalan ekonomi, sebab sekitar 50% dari mereka merupakan korban PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...