Investasi ACV Capital di Waste4Change Raih Penghargaan ESG dari SVCA
Perusahaan Investasi ACV Capital meraih Environmental, Social, and Governance (ESG) Award of Distinction dari Singapore Venture & Private Capital Association (SVCA). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi ACV Capital dalam mendukung pengembangan bisnis pengelolaan sampah dan pemulihan sumber daya di Indonesia melalui perusahaan pengelola sampah, Waste4Change.
Pada 2025, Waste4Change mengumpulkan 38,62 juta kilogram material dan memulihkan 9,14 juta kilogram material. Aktivitas tersebut diperkirakan mengurangi emisi sekitar 16.922 ton CO₂e berdasarkan perhitungan menggunakan kalkulator emisi Institute for Global Environmental Strategies (IGES).
Waste4Change saat ini mengelola sekitar 120 ton material per hari melalui lima fasilitas yang dikelola sendiri dan 12 fasilitas mitra. Perusahaan melayani lebih dari 1.000 klien bisnis dan 34.200 pelanggan rumah tangga.
Potensi Bisnis Pengelolaan Sampah
ACV Capital pertama kali berinvestasi di Waste4Change pada 2019. Investasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis dan memperluas layanan pengelolaan sampah serta pemulihan sumber daya di Indonesia.
Managing Partner ACV Capital Helen Wong mengatakan Waste4Change mengembangkan model bisnis yang menjawab persoalan pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai lingkungan dan ekonomi.
“Sejak awal, kami di ACV Capital melihat potensi model bisnis ini untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan sampah yang lebih efisien di Indonesia,” kata Helen.
Menurut dia, pertumbuhan Waste4Change menunjukkan peluang bagi modal swasta untuk mendorong penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Penghargaan ESG tersebut diserahkan dalam SVCA Annual Gala & Awards Dinner di Singapura pada 30 September 2026. Panel juri independen memilih pemenang dari 32 nominasi yang terbagi dalam delapan kategori penghargaan dan satu kategori special mention.
CEO SVCA Sharon Lim mengatakan ACV Capital menunjukkan data yang terukur terkait pencapaian Waste4Change sejak investasi dilakukan.
Perluas Infrastruktur Pengelolaan Sampah
Waste4Change terus memperluas kapasitas pengelolaan sampah melalui fasilitas pemulihan material, pengolahan sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) dan biomassa, serta teknologi digital untuk memantau proses pengelolaan dari tahap pengumpulan hingga pemulihan material.
Perusahaan yang berdiri pada 2014 tersebut telah menjalankan lebih dari 540 proyek dan program pelatihan, termasuk lebih dari 100 studi riset.
Waste4Change juga telah menempatkan 76 mesin pengelolaan sampah di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk mendukung ketertelusuran pengelolaan sampah, Waste4Change menggunakan sistem digital untuk melacak dan melaporkan dampak.
Pada 2025, sebanyak 4,2 juta kilogram material yang dipulihkan tercakup dalam proses kredit sampah terverifikasi yang selaras dengan standar Verra.
Sistem tersebut juga digunakan untuk membantu klien memantau dampak lingkungan serta memenuhi target ESG dan ketentuan Extended Producer Responsibility (EPR).
ACV Capital mengatakan penerapan prinsip ESG dilakukan dalam setiap tahapan investasi, mulai dari proses screening dan due diligence hingga pemantauan perusahaan portofolio. Indikator yang dipantau antara lain pengurangan emisi, pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, lapangan kerja, dan inklusi.
Penulis: Reihan Cahya (Magang)
