Marak Serangan Siber ke UMKM Lewat WhatsApp hingga Email saat Pandemi

Fahmi Ahmad Burhan
17 Februari 2021, 17:45
Marak Serangan Siber ke UMKM saat Pandemi, Lewat WhatsApp hingga Email
ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.
Konsumen membayar pesanannya melalui kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di gerai Ke-Angkringan di Jalan Ampera Raya, Jakarta, Sabtu (6/2/2021).

Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan siber ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meningkat selama pandemi corona. Salah satu caranya dengan mengirim perangkat lunak (software) jahat lewat WhatsApp dan email.

Laporan terbaru Kaspersky Security Network (KSN) menunjukkan, ada 34,52 juta serangan siber di Indonesia sepanjang tahun lalu. Lebih dari 4,34 juta di antaranya menargetkan sektor bisnis. Jumlahnya naik 51% dibandingkan 2019 yang hanya 2,87 juta.

Teritory Manager Kaspersky untuk Indonesia, Dony Koesmandarin mengatakan bahwa serangan siber meningkat karena pelaku usaha dan konsumen beralih ke layanan digital saat pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang diincar yakni UMKM.

Pemerintah mencatat, ada 3,7 juta pedagang yang beralih ke digital sejak peluncuran program Bangga Buatan Indonesia pada Mei 2020 lalu. Total ada 11,7 juta dari 64 juta lebih UMKM yang merambah ekosistem digital.

"Bisnis banyak yang beralih ke online, tetapi pelaku usahanya tidak serius menanggapi serangan siber," kata Dony dalam diskusi virtual bertajuk ‘The Role of Cyber Security To Rebuilding SMBs in Indonesia’, Rabu (17/2).

Padahal, pelaku usaha mendigitalisasikan data transaksi dan konsumen saat beralih. “Data (yang diolah) bertambah. Ini membuat peluang serangan siber meningkat," katanya.

Donys mengatakan, serangan siber yang menyasar UMKM beragam, mulai dari penipuan (phishing) hingga menyebarkan software jahat seperti ransomware dan malware cryptomining.

KSN mencatat, ada 406.229 upaya phishing yang menyasar UMKM selama paruh pertama 2020. Jumlahnya meningkat 18,2% dibandingkan paruh pertama 2019 (year on year/yoy).

Dony mengatakan, upaya phishing biasanya dilakukan melalui platform WhatsApp. "Misalnya, membajak WhatsApp atau meminta kode one time password (OTP)," ujar dia.

Lalu, ada 286.166 upaya serangan ransomware yang menyasar UMKM selama paruh pertama 2020. Kemudian, 720.300 serangan siber dengan menyebarkan malware cryptomining.

Ransomware merupakan malware yang disebar untuk mengambil data pengguna. Biasanya, pelaku meminta tebusan atas data itu. Sedangkan cryptomining ialah software jahat yang dapat menambahkan mata uang digital pada perangkat.

Kaspersky mengungkapkan, pelaku kejahatan siber biasa menyebarkan malware di sela-sela lalu lintas web seperti saat membuka mesin pencarian (browser) atau mengunduh. Software jahat itu juga bisa disebar lewat lampiran email.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...