Peta Persaingan DCII, EDGE, DSSA, TLKM, MPLT di Bisnis Data Center

Rahayu Subekti
9 Februari 2026, 17:23
data center, DCII, EDGE, DSSA, TLKM, MPLT
UPT TI PPDIKTI
Ilustrasi data center
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bisnis data center di Indonesia makin kompetitif. Beberapa emiten besar seperti DCII, EDGE, DSSA, TLKM hingga MLPT sudah mengoperasikan dan/atau merencanakan kampus hyperscale, data center edge, dan fasilitas metro.

Pusat data adalah fasilitas fisik yang digunakan untuk menampung sistem komputer dan komponen terkait telekomunikasi dan penyimpanan. Data center juga biasanya beroperasi tanpa berhenti setiap harinya atau 24 jam dengan memiliki sistem pendingin dan keamanan yang tinggi mengelola data digital.

Pemerintah saat ini berniat untuk terus meningkatkan investasi di bidang pusat data. “Saya pikir, semua di ASEAN ingin meningkatkan investasi di pusat data seperti Malaysia di Johor Bahru dan di Thailand,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat menghadiri acara CNA Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/2). 

Rosan mengatakan pemerintah mempersiapkan Batam sebagai pusat investasi data center. Pada pertengahan 2025, BKPM juga mendorong para investor untuk membuka pusat data di luar Pulau Jawa, salah satunya mempertimbangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam sebagai lokasi strategis pembangunan pusat data.

Katadata.co.id merangkum perkembangan data center masing-masing emiten dalam hal cakupan, kapasitas tiap pusat data, dan total kapasitas. Berikut rinciannya:

PT DCI Indonesia Tbk (DCII):

  •   Lokasi utama: Kampus hyperscale di Cibitung (H1) dan Karawang (H2), pusat data edge di Jakarta Selatan (E1 / Edge)
  •   Yang akan dibangun atau ditambah kapasitasnya: data center raksasa Hyperscale 3 Sky di Bintan,  
  •   Kapasitas operasi terlapor (installed/live): 119 MW
  •   Kapasitas potensial / target besar (planned): DCII melaporkan skala potensial mendekati 1.000 MW

PT Indointernet Tbk atau Digital Edge Indonesia:

  • Lokasi: EDGE1 dan EDGE2 di Jakarta
  • Kapasitas per site:
  1. EDGE1: sekitar 1.200 rak, IT load 6 MW
  2. EDGE2: sekitar 3.400 rak, IT load 23 MW
  • Fungsi:
  1. EDGE1: pusat data netral operator yang berlokasi di pusat Jakarta dengan kapasitas 1.200 rak dan beban IT 6 MW.
  2. EDGE2: memiliki kapasitas 3.400 rak dan beban IT 23 MW. Dirancang untuk redundansi dan konektivitas berlatensi rendah, EDGE2 menjamin SLA daya 100% dan terhubung langsung ke pusat data utama di wilayah Jabodetabek.
  • Total kapasitas: 29 MW (IT load) dan total rak sekitar 4.600

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas:

Mengutip laman resmi, PT DSST Mas Gemilang mengembangkan pilar bisnis infrastruktur digital untuk memperluas akses konektivitas dan memperkuat infrastruktur data nasional. Salah satunya yaitu pengembangan pusat data SM+.

SM+ mengoperasikan salah satu jaringan pusat data edge dan metro paling luas di Indonesia dengan 25 fasilitas yang tersebar di 24 kota dan menyediakan sekitar 40 MW beban TI. Ini termasuk SMX 01, pusat data canggih terbaru yang terletak di pusat kota Jakarta, yang dikembangkan bersama Korea Investment Real Asset Management (KIRA) untuk mendukung kebutuhan hyperscaler, perusahaan, dan beban kerja kecerdasan buatan atau AI. 

  • Lokasi dan jangkauan: memiliki 25 fasilitas yang tersebar di puluhan kota, dengan SMX01 sebagai proyek flagship di CBD Jakarta.
  • Kapasitas terlapor (operasional + under development): total IT load gabungan sekitar 40 MW. Khusus SMX01 memiliki kapasitas awal dilaporkan sekitar 18 MW yang dapat ditingkatkan hingga menjadi 60 MW

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau TelkomGroup, lewat neuCentrIX:

TLKM memiliki bisnis data center, salah satu yang terkenal yaitu NeuCentrIX. Mengutip laman resmi, server NeuCentrIX berada di 20 lokasi di Indonesia, tiga lokasi lainnya di Singapura dan satu lokasi di Hong Kong. 

Fasilitas data center neuCentrIX Telkom memiliki kapasitas ruang data lebih dari 1.900 rak. NeuCentrIX Telkom melayani sebanyak 600 pelanggan.

  • Lokasi dan skala: neuCentrIX beroperasi di puluhan lokasi/kota di Indonesia
  • Kapasitas saat ini: neuCentrIX mencantumkan ketersediaan 1.900 rak. TelkomGroup melaporkan group-wide 35 data center dengan total kapasitas hingga 44 MW.
  • Data center yang akan dibangun: Hyperscale Data Center (HDC) di Batam, ultimate IT load 51 MW di kampus HDC.

PT Multipolar Technology Tbk, bagian dari Lippo Group:

Melalui joint venture dengan Mitsui Co. Ltd, anak usaha perseroan membangun GTN Data Center. Mengutip Data Center Dynamics, GTN yang diluncurkan pada 2016 di Cikarang mengoperasikan satu pusat data 5 MW dan dapat ditambah kapasitasnya hingga 80 MW. yang dilaporkan dapat diperluas hingga 80MW.

  • Lokasi: GTN Data Center (Graha Teknologi Nusantara) berada di Cikarang, Bekasi
  • Kapasitas terlapor: GTN mengoperasikan satu data center 5 MW yang dipublikasikan dapat diperluas hingga menjadi 80 MW

Dengan proyek hyperscale, ekspansi edge, dan penetrasi regional yang terus berjalan, bisnis data center semakin menjadi salah satu tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Perbedaan strategi antaremiten menunjukkan bahwa tidak ada satu model yang dominan, tetapi skala, keandalan, dan ekosistem pendukung akan menjadi kunci utama dalam merebut permintaan yang terus tumbuh.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...