Pagatan Usaha Makmur Dorong Agenda Dekarbonisasi Nasional Lewat PLUM Project

Hari Widowati
17 Juli 2025, 09:35
Pagatan Usaha Makmur, reforestasi, kredit karbon
Dok. PUM
PT Pagatan Usaha Makmur (PUM) mengambil peran strategis untuk mempercepat agenda dekarbonisasi nasional lewat PLUM Project di Katingan, Kalimantan Tengah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pagatan Usaha Makmur (PUM) mengambil peran strategis untuk mempercepat agenda dekarbonisasi nasional lewat PLUM Project di Katingan, Kalimantan Tengah. Proyek ini merupakan solusi berbasis alam yang mengintegrasikan reforestasi lahan krisis, penguatan komunitas, dan penerbitan kredit karbon bersertifikasi internasional.

PLUM Project menggunakan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) yang tidak hanya menurunkan emisi karbon secara signifikan, tetapi juga memulihkan biodiversitas, meningkatkan ketahanan kawasan, dan membuka jalur ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan. PUM menggunakan pendekatan Climate, Community, and Biodiversity (CCB) di lahan gambut dan mangrove seluas 23.665 hektare.

Rio Christiawan, Co-founder dan CEO PUM, mengatakan konsesi lahan yang dikelola PUM berhasil bebas dari kebakaran hutan sejak 2021. Ia menilai dekarbonisasi tidak bisa hanya menjadi wacana dan harus menjadi bagian dari model bisnis.

"Kami percaya hutan adalah instrumen strategis untuk menciptakan nilai ekonomi berbasis karbon, dengan tetap menjaga keadilan ekologis dan sosial," ujar Rio dalam temu media, di Jakarta, Rabu (16/7).

PUM mengangkat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada setiap tahap pengembangan PLUM Project. Hal ini dimulai dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, keterlibatan sosial yang bermakna, hingga tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

PUM menerapkan pemantauan berbasis teknologi dan mekanisme pelaporan independen untuk memastikan dampak lingkungan dan sosial dari setiap intervensi dapat diukur secara objektif. Tujuannya, untuk memperkuat integritas proyek dan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

Pelatihan Pertanian Regeneratif

Rio mengatakan lebih dari 2.200 warga di tujuh desa di sekitar PLUM Project telah menerima manfaat langsung melalui pelatihan pertanian regeneratif, pengembangan biochar, pelatihan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sirkular seperti kopi dan keripik lokal, serta peningkatan akses air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan.

"PUM juga menggandeng universitas lokal untuk memperkuat literasi bisnis dan sertifikasi produk, seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal. Prinsip kami jelas, masyarakat bukan objek tetapi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi berbasis alam," kata Rio.

PUM juga telah melatih lebih dari 800 petani, termasuk kelompok perempuan, untuk meningkatkan praktik pengelolaan lahan regeneratif. Hal ini sejalan dengan strategi dekarbonisasi global yang mengutamakan solusi berbasis komunitas.

Meski penjualan karbon belum berjalan penuh karena menunggu regulasi dari pemerintah, PUM telah menyelesaikan tahap awal penting, seperti Free Prior Informed Consent (FPIC) dan social impact assessment. PUM juga mulai menjajaki skema perdagangan karbon, baik secara business to business (B2B) maupun lewat bursa karbon.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...