UN ESCAP: Banyak Negara di Asia-Pasifik Belum Capai Target SDGs

Image title
7 Oktober 2025, 10:55
negara, Asia Pasifik, SDGs
UN.org
SDG (Sustainable Development Goals)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan banyak negara di kawasan Asia-Pasifik masih tertinggal dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut Armida, meski Asia-Pasifik telah mengalami kemajuan pesat dalam tiga dekade terakhir, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global dan berhasil mengangkat ratusan juta orang dari kemiskinan, kemajuan tersebut belum merata.

“Kisah sukses ini masih belum selesai. Ketimpangan tetap mencolok, terlalu banyak pekerja yang masih berada di sektor informal, dan dampak lingkungan terus meningkat,” ujar Armida dalam agenda ASIAXCHANGE25, Selasa (7/10).

Ia menegaskan sebagian besar target SDGs masih belum berada di jalur yang benar. Ketimpangan sosial, kerentanan ekonomi, serta ancaman perubahan iklim menjadi faktor utama yang memperlambat kemajuan.

“Banyak negara di kawasan ini masih menghadapi realitas ganda: kemajuan yang cepat di satu sisi, namun kesenjangan dan risiko yang bisa menghapus hasil pembangunan selama bertahun-tahun di sisi lain,” kata Armida.

Dalam pidatonya, Armida juga menyoroti perlunya transisi besar menuju pembangunan hijau dan energi bersih. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi harus dipisahkan dari peningkatan emisi dan eksploitasi sumber daya alam.

“Kawasan Asia-Pasifik kini merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, namun aksi iklim justru melambat,” tuturnya.

Transisi Energi

Terkait dengan hal tersebut ia juga menekankan transisi energi. Kawasan Asia dinilainya mengonsumsi hampir separuh energi dunia, tetapi bahan bakar fosil masih mendominasi pasokan.

"Meningkatkan skala energi terbarukan dan teknologi bersih merupakan suatu keharusan," kata Armida.

Selain itu, ia menyoroti tantangan demografis dan urbanisasi yang pesat, serta masih lemahnya sistem perlindungan sosial di banyak negara. Hampir dua pertiga pekerja di kawasan ini, kata Armida, masih berada di pekerjaan informal tanpa jaminan sosial.

“Tanpa sistem perlindungan yang lebih kuat, ketimpangan akan semakin dalam,” ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, UN ESCAP bekerja sama dengan negara-negara di kawasan dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan peta jalan energi berkelanjutan (SDG 7 Roadmap) dan peningkatan ketahanan terhadap bencana.

“Kami membantu negara-negara merancang kebijakan yang lebih inklusif, memperkuat kerja sama energi lintas batas, dan mengembangkan strategi digital yang adil,” ungkapnya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...