Pemerintah Gandeng The Ocean Cleanup, Bersihkan Sampah 10 Sungai
Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperluas kerja sama dengan The Ocean Cleanup, organisasi nirlaba asal Belanda yang mengembangkan teknologi untuk membersihkan sungai dan laut dari sampah plastik. Kerja sama ini menargetkan pembersihan 10 sungai yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Kerja sama pemerintah dengan The Ocean Cleanup dimulai pada 2019. Ketika itu, kerja sama dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Selama kolaborasi terjalin, The Ocean Cleanup mengoperasikan dua kapal penyaring sampah atau interceptor di Cengkareng Drain dan Sungai Cisadane.
“Kami sedang menyiapkan sepuluh sungai lagi,” kata Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Nani Hendriati, usai menandatangani nota kesepahaman terbaru dengan The Ocean Cleanup di Kantor Kemenko Pangan di Jakarta, Selasa (3/2).
Pemerintah akan melakukan serangkaian penilaian sebelum menetapkan sepuluh sungai yang dimaksud. Salah satu yang disasar adalah perairan Bunaken di Manado. 'Untuk memastikan aspek turisme tidak tersendat masalah sampah," kata dia.
Penilaian akan melibatkan pemerintah daerah dan kementerian terkait, yaitu Kemenko Bidang Pangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Dalam Negeri.
CEO The Ocean Cleanup Boyan Salt menyampaikan, teknologi yang dikembangkannya bisa diterapkan untuk berbagai jenis sungai. “Kami memastikan bahwa alat ini efektif untuk setiap kondisi,” kata Boyan.
Keefektifan alatnya itu, dibuktikan dengan terkumpulnya sampah dari sungai Indonesia seberat Menara Eiffel. “Tentu saja itu akan jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya.
Nani tidak memerinci target pemasangan interceptor. Yang jelas, proyek ini diharapkan bisa rampung sebelum 2029 untuk mendukung komitmen pemerintah yaitu sampah terkelola 100 persen.
Hasil dari sampah plastik yang berhasil terkumpul akan diolah. “Nanti yang bisa didaur ulang akan kami masukkan ke tempat daur ulang atau tempat pembuangan sampah terpadu,” kata Nani.
Sedangkan sampah yang tidak bisa didaur ulang akan dikirim ke fasilitas waste to energy yang akan dibangun di berbagai kota. Beberapa lokasi proyek pembersihan sampah sungai disebut tak jauh dari calon lokasi fasilitas waste to energy. “Beberapa ada yang berdekatan,” ujarnya.
