Kaltim Bakal Punya PSEL, Sampah IKN Ikut Diproses Jadi Listrik

Ajeng Dwita Ayuningtyas
10 April 2026, 12:54
sampah, IKN, PSEL
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Sejumlah pengunjung berjalan di depan Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (21/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bakal memasuki area Kalimantan Timur, dengan dua fasilitas yang akan dibangun di Balikpapan dan Samarinda. Proyek PSEL di Balikpapan bakal menampung sampah dari wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, efisiensi biaya tidak memungkinkan pembangunan fasilitas PSEL atau waste to energy di banyak tempat, sehingga sampah dari IKN akan digabung dengan wilayah sekitarnya.

“Di dalam pengelolaan sampah di IKN tentu dengan kapasitas nanti yang akan besar, dalam kerangka efisiensi, tidak mungkin membangun waste to energy di banyak tempat. Kebetulan yang berdekatan adalah Balikpapan,” kata Hanif saat ditemui kantornya, Jumat (10/4). 

Dalam kesempatan itu, Hanif juga mengatakan, proses pengadaan barang dan jasa hingga operasional PSEL membutuhkan waktu hingga tiga tahun. “Dalam waktu tiga tahun inilah, tetap wajib para bupati atau wali kota di bawah pengawasan dan pembinaan gubernur,” ucap dia. 

Prinsip tersebut juga berlaku untuk Otoritas IKN. Hanif mengatakan, otoritas ibukota baru itu telah menyampaikan komitmen tinggi untuk memilah sampah lebih awal. Meski program pemilahan itu sudah ada, Kementerian Lingkungan Hidup meminta skenario lebih detail untuk pelaksanaan ke depan. 

“Desain itu sudah dikonstruksikan oleh IKN. Jadi, sisa-sisa, residu, dan lain-lain yang tidak tertangani dalam penanganan sampah di hulu akan dimasukkan dalam teknologi hilir insinerasi,” ujar Hanif. 

IKN Punya Fasilitas Pengelolaan Sampah Mandiri

Meski residu sampah IKN akan dialihkan ke Balikpapan, sejatinya ibukota baru itu sudah memiliki fasilitas sampah mandiri. Melansir laman resmi IKN, Otorita menyiapkan layanan dasar pengoperasian Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 74 ton limbah rumah tangga per hari. 

TPST 1 IKN dirancang dengan menggabungkan proses pemilahan, pengurangan kadar air, dan pengolahan berbasis teknologi termal. Fasilitas ini bahkan digadang-gadang jadi percontohan nasional pengelolaan sampah modern. 

Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance TPST 1, Harun, mengatakan bahwa fasilitas itu juga menjadi tahap awal waste to energy di IKN. 

“Bangunan Pengelolaan 1 dan 2, dengan bangunan pengolahan fisika dan pengolahan termal. Dengan kapasitas desain awal tersebut, mampu mendukung hingga 2 x 30 ton sampah per hari melalui inovasi waste to energy,” kata Harun. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...