Keseluruhan 31 fasilitas waste to energy akan mengelola 40 ribu ton sampah per hari. Artinya, masih ada lebih dari 100 ribu ton sampah harian nasional yang perlu dikelola dengan teknologi lain.
Di antara deretan perusahaan Cina dan Hongkong, terselip perusahaan Prancis dan Jepang yang ikut bersaing dalam tender Waste to Energy (WtE) tahap pertama.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hongkong, bersaing untuk memeroleh proyek PLTSa di empat kota yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE dipastikan punya pengalaman dalam teknologi insinerator. Perusahaan diwajibkan berkolaborasi dengan pihak lokal.
Mayoritas timbulan sampah di Indonesia masih menumpuk di TPA tiap tahunnya. Danantara pun menghidupkan kembali program WtE lewat PSEL yang mengolah sampah jadi energi. Simak target dan rekomendasinya.
PSEL dirancang dalam skala nasional dengan target pembangunan di 34 kabupaten/kota. Fokus utama proyek ini adalah daerah bertimbunan sampah ekstrem, yakni mencapai atau melebihi 1.000 ton per hari