Perusahaan asal Tiongkok mendominasi daftar pemenang. Beberapa grup usaha besar nasional juga masuk dalam daftar pemenang dengan menggandeng mitra Tiongkok.
Danantara resmi memulai pembangunan fasilitas waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (8/7).
Keseluruhan 31 fasilitas waste to energy akan mengelola 40 ribu ton sampah per hari. Artinya, masih ada lebih dari 100 ribu ton sampah harian nasional yang perlu dikelola dengan teknologi lain.
Di antara deretan perusahaan Cina dan Hongkong, terselip perusahaan Prancis dan Jepang yang ikut bersaing dalam tender Waste to Energy (WtE) tahap pertama.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hongkong, bersaing untuk memeroleh proyek PLTSa di empat kota yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE dipastikan punya pengalaman dalam teknologi insinerator. Perusahaan diwajibkan berkolaborasi dengan pihak lokal.