Aliansi Energi Global Besutan Bezos Incar Investasi EBT Rp 124,5 Triliun

Hari Widowati
23 September 2025, 08:32
investasi, Jeff Bezos, energi terbarukan
Pexels
Sebuah aliansi yang memasang energi terbarukan di negara-negara berkembang ingin menginvestasikan sekitar US$ 7,5 miliar atau Rp 124,5 triliun (kurs Rp 16.590/US$) selama rencana lima tahun berikutnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebuah aliansi yang memasang energi terbarukan di negara-negara berkembang ingin menginvestasikan sekitar US$ 7,5 miliar atau Rp 124,5 triliun (kurs Rp 16.590/US$) selama rencana lima tahun berikutnya, kata para eksekutif kepada Reuters. Aliansi ini sedang mencari lebih banyak mitra filantropis karena negara-negara kaya memotong bantuan pemerintah.

Aliansi Energi Global untuk Rakyat dan Planet (GEAPP), yang diluncurkan pada pembicaraan iklim global pada tahun 2021, telah membantu 30 lebih negara untuk meningkatkan jaringan listrik, menyiapkan penyimpanan baterai, dan menciptakan lapangan kerja di ekonomi hijau.

Aliansi ini mendapatkan dana gratis atau murah dari sumber-sumber amal atau pemerintah untuk mengurangi risiko investasi dan menarik dana dari bank pembangunan multilateral dan pemberi pinjaman sektor swasta. Tugas aliansi ini menjadi lebih sulit sejak pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump memimpin pergeseran dari bantuan pembangunan dan pembiayaan iklim.

Aliansi yang didirikan oleh IKEA Foundation, The Rockefeller Foundation, dan Bezos Earth Fund ini bermitra dengan negara-negara seperti Inggris dan Denmark, Bank Dunia, dan perusahaan sektor swasta termasuk GE Vernova.

Pemimpin Dunia Berkumpul di Pekan Iklim New York

Saat para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk Sidang Majelis Umum PBB minggu ini bersamaan dengan "pekan iklim" kota itu. Chief Executive GEAPP, Woochong Um, mengatakan kelompok tersebut sedang mencari kemitraan baru.

Aliansi tersebut juga menantikan konferensi iklim global COP30 di Brasil pada bulan November. Pencarian pendanaan untuk membantu negara-negara berkembang beralih ke energi hijau akan memainkan peran penting, seperti yang terjadi pada pembicaraan iklim sebelumnya.

"Dengan anggaran bantuan yang berada di bawah tekanan, kita membutuhkan model baru untuk memberikan pembangunan dalam skala besar," kata Um seperti dikutip Reuters, Senin (22/9). Ia menambahkan rencana tersebut mencakup "Koalisi Energi dan Peluang" untuk menanamkan energi hijau di sektor-sektor seperti pertanian dan kesehatan.

Investasi Energi Bersih Perlu Ditingkatkan Enam Kali Lipat

Menggarisbawahi besarnya tantangan tersebut, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan investasi energi bersih di negara-negara berkembang di luar Cina perlu meningkat enam kali lipat menjadi US$ 1,6 triliun pada awal 2030-an untuk mencapai tujuan iklim dunia.

Data OECD menunjukkan bantuan pembangunan resmi turun 7,1% dalam nilai riil pada tahun 2024, penurunan pertama dalam enam tahun terakhir. Penurunan bantuan ini dipimpin oleh penurunan pendanaan AS. Hal ini meningkatkan tekanan pada kelompok-kelompok seperti GEAPP untuk meningkatkan jangkauan pendukungnya.

Jaringan Masa Depan

Um mengatakan aliansi energi terbarukan akan berupaya meningkatkan pekerjaannya pada apa yang disebutnya "Jaringan Masa Depan". Mereka akan memastikan sistem tenaga di negara-negara berkembang siap untuk energi terbarukan, cerdas secara digital, dan berkelanjutan secara finansial.

Dengan proyek penyimpanan baterai yang sedang berjalan di lebih dari 20 negara - termasuk sistem mandiri skala utilitas pertama di India - kelompok itu bertujuan untuk mendigitalkan jutaan jaringan di seluruh Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Karibia.

Di Jaipur, GEAPP sedang membuat peta digital langsung dari 6,5 juta aset utilitas sehingga utilitas dapat menemukan masalah sebelum menyebabkan pemadaman, dan menghemat lebih dari US$ 50 juta atau Rp 829,65 miliar per tahun.

"Ambisinya adalah mereplikasi ini di sepuluh utilitas di India, sepuluh di Afrika, dan sepuluh di Amerika Latin dan Asia Tenggara, menciptakan tulang punggung global dari utilitas distribusi digital yang siap untuk energi terbarukan," kata Um.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...