Kemiri Sunan Berpotensi Jadi Kandidat Kuat Biodiesel Non-Pangan, Saingi Sawit?
Pemerintah berencana menerapkan kebijakan B50 dimana komposisi biodiesel dalam solar naik menjadi 50 persen, berlaku mulai 1 Juli. Biodiesel yang dipakai berasal dari minyak kelapa sawit. Namun, para peneliti menemukan kandidat kuat pesaingnya: minyak kemiri sunan yang beracun.
Mengutip Pertanian Press, kemiri sunan merupakan pohon asli Indonesia dan memiliki buah yang kaya akan minyak nabati. Berbeda dengan kemiri yang seringkali dijumpai di dapur, kemiri sunan bersifat racun dan tidak dapat dikonsumsi.
Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar Kementerian Pertanian Evi Savitri Iriani mengatakan, toksik dalam kemiri sunan membebaskannya dari penggunaan untuk bahan baku pangan. Ini berbeda dengan minyak kelapa sawit maupun jenis minyak nabati lainnya.
“Jadi untuk produksi biodiesel, dia akan aman, karena peruntukannya hanya untuk biodiesel, tidak harus bersaing di proses menjadi minyak goreng dan lain-lain,” kata Evi, dalam unggahan Instagram Pertanian Press, dikutip pada Rabu (15/4).
Dari satu hektare kebun kemiri sunan, dapat diperoleh 6-8 ton biodiesel per tahun. Sebagai perbandingan, mengutip jurnal di Science Direct, satu hektare kebun kelapa sawit diestimasi bisa memproduksi sekitar 4-5 ton minyak sawit per tahun. Artinya, pohon kemiri sunan tidak kalah produktif dari kelapa sawit.
Hasil biodiesel kemiri sunan disebut telah melalui proses pengujian dan memenuhi standar mutu biodiesel nasional.
Kemiri Sunan "Agen Konservasi Lahan"
Pohon kemiri sunan dikenal sebagai ‘agen konservasi lahan’. Dengan akar tunggang yang sangat dalam dan kuat, pohon ini justru berperan layaknya jangkar alami untuk mencegah longsor dan erosi, termasuk pada lahan-lahan kritis atau lereng curam.
Selain itu, pohon kemiri sunan memiliki kemampuan adaptasi tinggi pada lahan marjinal dan tercemar logam berat. Sebab itu, pohon ini juga mampu berperan sebagai agen reklamasi lahan bekas tambang. Alih-alih membuka lahan baru, kemiri sunan dapat dikembangkan di lahan-lahan kritis maupun area bekas tambang di Indonesia.
Bonusnya, satu pohon kemiri sunan dewasa dapat menyimpan karbon dalam jumlah cukup tinggi, mencapai 1,6 ton.
