Menyatukan Agenda Global dan Aksi Nasional untuk Masa Depan Berkelanjutan

Dini Hariyanti
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
3 Oktober 2025, 17:06
berkelanjutan
Indonesia ISF 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia berkomitmen turut aktif mengatasi krisis iklim, melaksanakan transformasi energi, dan mengurangi ketimpangan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan berbagai komitmen global seperti Paris Agreement, Sustainable Development Goals (SDGs), maupun kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) sungguh terwujud dalam strategi, kebijakan, dan tindakan nyata.

Perbincangan seputar aksi nyata RI mewujudkan ekonomi berkelanjutan akan mengemuka di dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF), pada 10–11 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Dan ISF tahun ini akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Forum tersebut diinisiasi sebagai ruang temu strategis yang tidak hanya menjembatani kebijakan internasional dan aksi nasional. ISF juga menjadi salah satu kontribusi konkret dari negara-negara Global South dalam mendorong arah pembangunan global yang lebih adil,  inklusif, dan kontekstual. 

Agenda-agenda global seperti COP, SDGs, dan prinsip ESG menjadi peta jalan bersama dunia.  Namun, untuk bisa berjalan di atas peta tersebut, setiap negara perlu menyesuaikan langkahnya dengan medan dan kapasitas lokal yang berbeda. ISF menjadi ruang di mana penyelarasan itu terjadi,  antara arah global dan strategi nasional. 

Forum ini mempertemukan aktor dari seluruh spektrum pembangunan, yakni pemerintah pusat dan daerah,  pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga lembaga keuangan dan mitra internasional. Di sini, narasi besar tentang keberlanjutan diterjemahkan menjadi kebijakan fiskal yang lebih hijau, inisiatif lokal yang berbasis komunitas, hingga kemitraan investasi yang bertanggung jawab secara sosial dan  lingkungan. 

ISF 2025 akan mengangkat isu-isu strategis yang tengah berada di garis depan transformasi global,  mulai dari transisi energi dan pembiayaan hijau, hingga ketahanan pangan, air, dan penguatan tata  kelola ESG. Dalam berbagai sesi pleno, dialog tematik, roundtable lintas sektor, dan business  matchmaking, forum ini akan menyajikan diskusi substansial sekaligus menawarkan solusi terukur. 

Dari Diskusi ke Implementasi: IPRO sebagai Pintu Masuk Investasi Hijau 

Salah satu keunikan ISF adalah kehadiran Investment Project Ready to Offer (IPRO), kurasi proyek yang  siap ditawarkan kepada investor dan mitra strategis dan telah diseleksi berdasarkan kesesuaian  terhadap prinsip keberlanjutan dan kesiapan implementasi. Dengan pendekatan ini, ISF menjembatani  kesenjangan yang selama ini terjadi antara visi kebijakan dan kesiapan proyek di lapangan. 

Tak hanya mengundang perhatian dari lembaga keuangan internasional dan pelaku investasi, IPRO juga  menjadi ajang pengakuan atas upaya berbagai pemerintah daerah dan komunitas lokal yang

memulai langkah konkret dalam pembangunan hijau dan biru, mulai dari pengelolaan hutan berbasis  masyarakat, ekowisata, hingga teknologi pengolahan limbah dan energi terbarukan skala kecil. 

Informasi lebih lanjut: https://indonesiasustainabilityforum.co.id/

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...