IS2P Dorong Anak Muda Pelajari Keterampilan di Bidang Keberlanjutan
Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P) mendorong anak muda untuk mempelajari keterampilan di bidang keberlanjutan (sustainability) jika ingin meraih peluang lapangan kerja hijau atau green jobs. Kemampuan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan akan menjadi keunggulan kompetitif bagi para lulusan muda.
Ketua Umum IS2P Satrio Prakoso mengatakan dunia tengah bergerak menuju ekonomi hijau. Prinsip-prinsip keberlanjutan menjadi hal yang utama dalam dunia usaha dan dunia kerja.
"Setiap profesi, baik di sektor publik maupun swasta, kini membutuhkan wawasan dan keterampilan keberlanjutan untuk mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks," kata Satrio, dalam keterangan resmi, Jumat (10/10).
Ia menyampaikan hal tersebut dalam Sesi I Eco Talent Campus Program - Sosialisasi Green Jobs, yang bertemakan "Keberlanjutan dan Krisis Iklim" di Jakarta, Kamis (9/10).
Menurutnya, IS2P berkomitmen terus mendukung pengembangan kapasitas talenta muda Indonesia agar siap menjadi agen perubahan di masa depan yang berkelanjutan. Ia mencontohkan, IS2P memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk memperdalam wawasan keberlanjutan melalui IS2P Study Club. Kegiatan ini mencakup pembelajaran teori ekonomi donat yang menyeimbangkan aspek sosial dan lingkungan, hingga pengenalan dasar-dasar pajak karbon.
Satrio menyebut banyak anggota IS2P juga telah memiliki keahlian dalam mitigasi risiko perubahan iklim, pengembangan strategi keberlanjutan, dan penyusunan laporan keberlanjutan bagi bisnis dan organisasi. Wawasan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat dimiliki oleh para lulusan muda agar siap bersaing di pasar kerja hijau.
Eco Talent Campus Program 'Sosialisasi Green Jobs' merupakan kolaborasi antara APINDO UMKM Merdeka, Indonesian Society of Sustainability Professionals, PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama RI, dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Peluang Green Jobs
Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO Arief Budiman mengutip data Bappenas yang memperkirakan peluang green jobs akan mencapai 4 juta orang di tahun ini. Karena itu, diperlukan kesiapan talenta untuk mengisi berbagai posisi tersebut.
Sementara itu, Sahiron, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, menyambut baik inisiatif pengenalan green jobs kepada para mahasiswa dan civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia berharap muncul talenta-talenta yang piawai dalam mengelola aspek keberlanjutan setelah mengikuti program ini.
Rangkaian sosialisasi terdiri atas sembilan sesi webinar. Tema-tema yang disampaikan mencakup pengenalan keberlanjutan, praktik bisnis berkelanjutan dan bertanggung jawab, keuangan berkelanjutan, sertifikasi dan standar keberlanjutan. Kemudian, pendahuluan tata kelola risiko keberlanjutan yang berkelanjutan, potensi green jobs, bisnis syariah dan keberlanjutan, mengukur dan melaporkan kinerja keberlanjutan, hingga praktik baik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Tak kurang dari 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi keislaman maupun umum berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, IS2P berharap para mahasiswa mengenal pekerjaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan, energi bersih, dan ekonomi hijau. Mereka juga dapat memahami peran kampus dalam transisi hijau.
