Krisis energi mendorong transisi energi nasional yang ambisius lewat PLTS dan RUKN 2025-2060, membuka peluang besar untuk penciptaan Green Jobs di Indonesia.
Green Jobs menjadi peluang besar menuju Net Zero Emission 2060, namun kesiapan tenaga kerja Indonesia masih terhambat oleh kesenjangan keterampilan struktural yang perlu segera diatasi.
IESR memperkirakan bahwa setiap pekerjaan yang hilang di tambang batu bara atau PLTU akan tergantikan oleh tiga hingga lima pekerjaan baru di sektor energi terbarukan (green jobs).
Koaksi Indonesia menyerahkan enam rekomendasi kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli untuk memitigasi kebutuhan tenaga kerja yang terdampak pensiun dini PLTU.
Menhut mengatakan multiusaha kehutanan memungkinkan para pemegang izin tidak hanya mengandalkan hasil kayu, tetapi juga mengembangkan potensi lain seperti madu, rotan, hingga kredit karbon.
Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 targetkan ciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja di sektor kelistrikan, 91% di antaranya adalah green jobs.