IESR memperkirakan bahwa setiap pekerjaan yang hilang di tambang batu bara atau PLTU akan tergantikan oleh tiga hingga lima pekerjaan baru di sektor energi terbarukan (green jobs).
Koaksi Indonesia menyerahkan enam rekomendasi kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli untuk memitigasi kebutuhan tenaga kerja yang terdampak pensiun dini PLTU.
Menhut mengatakan multiusaha kehutanan memungkinkan para pemegang izin tidak hanya mengandalkan hasil kayu, tetapi juga mengembangkan potensi lain seperti madu, rotan, hingga kredit karbon.
Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 targetkan ciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja di sektor kelistrikan, 91% di antaranya adalah green jobs.
Target nol emisi karbon pada tahun 2060 akan membuka peluang besar bagi tenaga kerja terhadap green jobs untuk mereka yang ingin berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.