Usai Kasus Asap Oranye, Kini Asap Hitam, Tungku Pabrik Kertas Tangerang Disetop
Usai insiden asap oranye di Cilegon, muncul insiden asap hitam pekat di Tangerang. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan operasional tungku atau boiler berbahan bakar biomassa di pabrik kertas di Karawaci, Tangerang, setelah adanya laporan masyarakat soal asap hitam pekat yang menganggu pernapasan.
Pabrik kertas tersebut milik PT Panca Kraft Pratama. “Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, ditemukan ketidaksesuaian pada kualitas bahan bakar serta kinerja alat pengendali emisi pada Boiler Biomassa 1,” kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Rizal Irawan melalui keterangan tertulis, Jumat (13/2).
Tungku sejatinya menggunakan pelet kayu atau woodchip, namun temuan di lapangan tidak demikian. “Penggunaan kayu gelondongan dan serbuk kayu basah tidak diperkenankan,” ujar Rizal. KLH juga menilai perlunya perbaikan alat pengendali emisi.
Perusahaan diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten sebelum pengoperasian kembali. Perusahaan juga diminta mengajukan permohonan perubahan persetujuan teknis pemenuhan baku mutu emisi yang disesuaikan dengan kondisi fasilitas sumber emisi eksisting dan rekomendasi tenaga ahli.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, penghentian operasional tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan lingkungan hidup. “Sekaligus menjaga kualitas udara dan melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya. Dia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pengawasan lingkungan hidup.
Berdasarkan pantauan Katadata, kualitas udara di sekitar wilayah tersebut lebih buruk dibandingkan wilayah lainnya di Jakarta dan Banten, bahkan pasca-kabar penghentian operasional tungku. Ini dengan melihat data real time dari stasiun pemantauan kualitas udara terdekat.
Pada Jumat (13/2) sekitar Pukul 19.00 WIB, stasiun pemantauan kualitas udara milik KLH di Pondok Pucung, Karang Tengah, Tangerang, menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang mendekati tidak sehat dengan parameter polutan NO2 (95) dan SO2 (73).
Sedangkan stasiun pemantauan milik swasta IQair di Pergudangan, Jakarta Barat, mencatatkan kualitas udara tidak sehat dengan parameter polutan PM 2.5 (153). Tingginya polutan bisa jadi juga karena konsentrasi kendaraan. Lokasi stasiun pemantauan berada tak jauh dari Jalan Daan Mogot, Cengkareng yang kerap macet.
Selain operasional PLTU dan tungku industri, kendaraan memang menjadi sumber polusi utama Jakarta dan sekitarnya.
