AstraZeneca Uji Coba Tambahan untuk Menakar Kemanjuran Vaksin Covid-19

Beberapa ahli meragukan kemanjuran vaksin virus corona yang dibuat AstraZeneca.
Image title
27 November 2020, 13:13
vaksin virus corona, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, gerakan 3M
ANTARA
Ilustrasi, vaksin virus corona. AstraZeneca akan melaksanakan uji coba tambahan untuk memvalidasi kemanjuran vaksin Covid-19 buatannya.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

AstraZeneca kemungkinan akan menjalankan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksin Covid-19 dengan dosis yang lebih rendah. Pasalnya, hasil analisa sementara menunjukkan dosis yang lebih rendah bisa bekerja lebih baik dibanidngkan dosis penuh. 

CEO AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan kepada Bloomberg News bahwa uji coba itu dibutuhkan untuk memvalidasi analisa sementara terkait kemanjuran vaksin dosis rendah. "Kami perlu studi tambahan," kata Soriot pada Jumat (27/11).

Dia memproyeksi uji coba akan lebih cepat karena hanya membutuhkan lebih sedikit subjek. Pasalnya, vaksin buatan AstraZeneca telah memiliki efektivitas yang cukup tinggi.

Soriot memberikan pernyataan tersebut setelah beberapa ahli meragukan keampuhan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Menurut sejumlah ahli, tingkat efektivitas vaksin yang mencapai 90% pada subkelompok relawan kurang valid karena adanya kesalahan pemberian dosis.

Subkelompok relawan tersebut hanya menerima setengah dosis dan diikuti dosisi penuh. Hal itu dapat menghalangi peluang untuk memperoleh persetujuan dari otoritas Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Meski begitu, Soriot mengatakan dia tidak mengharapkan persidangan tambahan untuk menunda persetujuan regulasi Inggris dan Eropa. Oleh karena itu, perusahaan farmasi asal Inggris itu menjalankan uji coba tambahan.

Profesor imunologi di London School of Hygiene & Tropical Medicine, Helen Fletcher, mengatakan percobaan lain tidak akan serta merta menunda mendapatkan lampu hijau karena kemanjuran dalam rezim dosis yang lebih tinggi masih memenuhi target WHO. Selain itu, bukan suatu hal yang aneh untuk menjalankan studi baru mengenai vaksin.

 

Di sisi lain, Pemerintah Inggris pada Jumat (27/11) meminta regulator obatnya untuk menilai kandidat vaksin Covid-19 dari Oxford University dan AstraZeneca. Sehingga distribusi vaksin dapat dimulai sebelum akhir tahun ini. 

AstraZeneca menargetkan 4 juta dosis vaksin akan tersedia di Inggris pada akhir bulan depan. Sedangkan Menteri kesehatan Inggris Hancock menargetkan peluncurannya dimulai sebelum Natal.

“Kami telah secara resmi meminta regulator untuk menilai vaksin Oxford / AstraZeneca, untuk memahami datanya dan menentukan apakah memenuhi standar keamanan yang ketat,” kata Hancock dikutip dari Reuters pada Jumat (27/11).

Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris (MHRA) sudah menilai vaksin setelah menerima data tentang keamanan dan kemanjurannya. Hancock juga telah meminta MHRA untuk menyetujui kandidat Pfizer / BioNTech setelah terbukti 95% efektif.

Oxford dan AstraZeneca mempublikasikan hasil efikasi sementara pada hari Senin (23/11), yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut bisa 90% efektif bila diberikan sebagai dosis setengah diikuti dengan dosis penuh.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait