Harga Emas Terus Naik, Hartadinata Abadi Untung Rp 150 Miliar

Selain mencatatkan laba, Hartadinata Abadi membukukan pendapatan dari penjualan emas pada tahun lalu sebesar Rp 3,24 triliun.
Image title
18 Juni 2020, 09:01
harga emas, emiten, saham
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Ilustrasi, emas batangan dan perhiasan emas. PT Hartadinata Abadi Tbk mencatat laba hingga Rp 150 miliar karena harga emas terus naik sepanjang tahun lalu.

Produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 150,25 miliar pada 2019 atau meningkat sebesar 21,3% dibandingkan periode 2018 sebesar Rp 123,81 miliar. Peningkatan laba itu terjadi karena kenaikkan harga emas sepanjang tahun lalu. 

Chief  Executive  Officer Hartadinata, Sandra Susanto mengatakan, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada tahun lalu sebesar 17,8% menjadi Rp3,24 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penjualan kepada pihak wholesaler sebesar 9,3%, serta pertumbuhan penjualan dari toko milik sendiri sebesar 18,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sandra menyatakan emiten berkode HRTA ini juga berkomitmen meningkatkan kinerja dengan memperkuat integrasi vertikal dan memperluas penetrasi pasar di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, perusahaan menambah jumlah gerai toko emas ACC hingga 44 gerai secara nasional. Ke depannya, HRTA menargetkan peningkatan toko emas ACC hingga mencapai 100 unit pada 2021.

Selain itu, untuk memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas, perusahaan juga membuka tiga toko Claudia Perfect Jewellery dan dua toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta tiga toko ACC Premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.

Advertisement

(Baca: Bangun 100 Toko Emas, Hartadinata Abadi Siapkan Rp 300 Miliar)

(Baca: Harga Emas Dunia Naik, Logam Mulia Antam Justru Turun Jadi Rp 895 Ribu)

Sepanjang tahun lalu, perusahaan mencatat peningkatan penjualan didominasi pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah dengan kontribusi 68,6%.“Semakin tingginya harga emas pada 2019, menyebabkan perusahaan mempertahankan penetrasi produk di pasar kelas ini,” kata Sandra dalam keterangan persnya dikutip, Rabu (17/6).

Ke depannya, perusahaan terus penetrasi dan mengembangkan pasar. Selain itu, perusahaan bakal memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk.

Perusahaan juga terus memperluas jaringan gadai di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berizin Ototritas Jasa Keuangan (OJK). Hartadinata berencana menambah jumlah gerai GCDA di Jawa Barat, dari sebelumnya delapan gerai menjadi 15 gerai.

Perusahaan juga mempersiapkan pembukaan Gadai dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) sebanyak 30 gerai di Jawa Timur. Perusahaan pun masih menunggu tahap akhir perizinan dari OJK. Selain itu, perusahaan menargetkan membuka 10 gerai di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 10 gerai di Nusa Tenggara Barat pada tahun ini.

Menurut Sandra, gerai gadai itu dirancang untuk berdiri berdampingan dengan toko-toko perhiasan emas eksisiting, maupun yang akan dibuka ke depannya. Sehingga diharapkan dapat saling menunjang perkembangan bisnis perusahaan.

Keberadaan pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan gerai-gerai penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia.

Sedangkan, penguatan integrasi vertikal usaha HRTA sebagai manufaktur perhiasan emas juga dilakukan melalui kanal penjualan digital e-commerce, yaitu dengan aplikasi Masduit dan hrta.store, serta penjajakan kerja sama dengan beberapa platform e-commerce lainnya.

 “Diharapkan dengan inovasi digital tersebut dapat menempatkan perusahaan di posisi yang unik dan kuat di dalam industri emas dan perhiasan emas,” ujar Sandra.

(Baca: Harga Emas Turun Karena Dolar AS, Logam Mulia Antam Dijual Rp 898 Ribu)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait