Bursa Global Anjlok, IHSG Sesi Satu Ikut Turun 1% Jadi 4.914

Bursa saham di Amerika Serikat dan Eropa anjlok akibat peningkatan kasus Covid-19. Hal itu menekan pergerakan IHSG hari ini.
Image title
25 Juni 2020, 12:15
ihsg, bursa, bursa efek indonesia, saham
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama. Covid-19
Ilustrasi, karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi satu Kamis (25/6) turun 1,01% ke level 1.914 sejalan dengan anjloknya bursa global.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG ditutup turun hingga 1,01 % menyentuh level 4.914,75 pada perdagangan sesi pertama Kamis (25/6). Pergerakan IHSG sejalan dengan anjloknya bursa di Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Asia.

Dow Jones dan Nasdaq, misalnya, semalam turun masing-masing 2,72 dan 2,19 %. Sedangkan FTSE 100 di Inggris dan Xetra Dax di Jerman masing-masing anjlok 3,11 dan 3,43 %.

Melemahnya indeks saham di pasar modal negara tersebut menyebabkan bursa di kawasan Asia bergerak di zona merah, seperti Nikkei 225 di Jepang dan Strait Times di Singapura yang turun masing-masing 1,09 dan 1,25 %. Bursa Kospi di Korea Selatan jatuh hingga 1,84 %, Bursa Thailand 1,39 %, dan FTSE Bursa Malaysia 0,67 %.

Riset Kresna Securities menyatakan penurunan bursa-bursa di Amerika Serikat disebabkan oleh meningkatnya kasus virus corona yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi. Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi negatif 4,9 % pada tahun ini.

Advertisement

(Baca: Suntikan Likuiditas Perbankan Masih Dorong IHSG, Ini Saham Pilihannya)

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan kedua alasan tersebut membuat Bursa Amerika Serikat anjlok dan berefek ke dalam negeri. "Menjadi faktor pendorong profit taking di bursa Indonesia dalam perdagangan hari ini, di tengah tingginya jumlah korban yang terjangkit dan tewas akibat Covid-19," kata Erwin.

Pemerintah menyatakan jumlah kasus virus corona pada Rabu (24/6) meningkat 1.113 orang. Dengan tambahan itu, total angka positif Covid-19 di RI mencapai 49.009 orang.

Sebanyak 657 atau 59% kasus baru yang dilaporkan hari ini berasal dari lima provinsi. Tambahan jumlah pasien terbanyak masih berasal dariJawa Timur sebesar 183 orang.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 di dunia berdasarkan worldometer per 25 Juni 2020 sebanyak 9,53 juta pasien dengan jumlah kematian 485.122 jiwa. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 5,17 juta kasus.

Data Perdagangan Pasar Modal

Total volume saham yang diperdagangkan pada sesi pertama hari ini sebanyak 4,2 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,42 triliun. Tercatat  278 saham ditutup turun, sedangkan 108 saham naik, dan 131 saham lainnya stagnan.

Seluruh sektor di pasar modal pada pertengahan hari ini ditutup di zona merah, dimana sektor aneka industri memimpin penurunan hingga 1,44%. Saham PT Astra International Tbk (ASII), yang berkapitalisasi pasar besar, ditutup turun 2% menjadi Rp 4.900 per saham.

Selain itu, sektor perdagangan turun signifikan sebesar 1,42% pada sesi satu hari ini. Saham yang menjadi motor turunnya sektor tersebut yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 1,34% menjadi Rp 16.500 per saham. Begitu pula dengan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang turun 1,02% menjadi Rp 970 per saham.

(Baca: Marak Kasus Investasi di Pasar Modal, Regulator Diminta Bersih-bersih)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait