Modal Asing Kabur Rp 15 T dari Bursa, Saham-saham Berikut Jadi Korban

Image title
8 April 2020, 15:26
modal asing, aksi jual saham asing, ihsg,
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Layar informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Dana asing kabur melalui pasar modal hingga Rp 15 triliun sepanjang tahun ini. Saham BCA paling besar dijual investor asing hingga Rp 3,6 triliun.

Modal asing terus mengalir keluar dari pasar saham dalam negeri sejak awal tahun ini. Aksi jual saham investor asing tersebut turut membebani indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun hingga 26,5% sejak awal tahun hingga perdagangan sesi pertama Rabu (8/4) di level 4.627,71.

Pada periode itu, investor asing tercatat sudah melakukan jual dengan nilai bersih mencapai Rp 15,1 triliun di pasar reguler. Sementara, di pasar negosiasi dan tunai, asing masih membukukan beli dengan nilai bersih Rp 2,94 triliun.

Adapun saham yang menjadi sasaran jual investor asing paling besar yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sejak awal tahun ini investor asing melego saham BCA dengan nilai bersih Rp 3,61 triliun di pasar reguler. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini juga tercatat turun 17,05% secara year to date (ytd) menjadi Rp 27.725 per saham.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di urutan kedua saham yang paling banyak dijual asing dengan nilai jual bersih Rp 2,11 triliun. Harga saham bank beraset terbesar di Tanah Air ini pun sejak awal tahun anjlok hingga 34,77% menjadi Rp 2.870 per saham.

(Baca: Investor Asing Masih Kabur dari Bursa Domestik, IHSG Dibuka Turun 2,8%)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada di urutan ketiga dengan dengan nilai net sell investor asing  Rp 2,1 triliun. Harga saham bank pelat merah ini rontok hingga 48,15% sejak awal tahun, menjadi Rp 4.070 per saham.

Meski begitu, sejak awal tahun ini ada pula saham yang dikoleksi oleh investor asing, meski nilainya hanya beberapa ratus miliar. Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp 188,55 miliar. Meski begitu, harga saham perusahaan ini tercatat turun hingga 34,79% menjadi Rp 7.825 per saham.

Setelah SMGR, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga banyak dibeli asing dengan net buy Rp 135,18 miliar. Namun, harga saham ini turun hingga 31,51% menjadi Rp 1.065 per saham.

Kemudian saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) diborong investor asing dengan net buy Rp 130,64 miliar. Harga saham bank yang bakal diakuisisi oleh Bangkok Bank ini pun sejak awal tahun turun 11,86% menjadi berada di level Rp 1.115 per saham.

(Baca: Ramalan Beragam IHSG Ditekan Aksi Jual Asing, Berikut Saham Pilihannya)

Daftar Net Sell Sejak Awal Tahun di Pasar Reguler

NoEmitenNet SellHargaPerubahan
1BBCARp 3,61 TRp 27.725-17.05%
2BBRIRp 2,11 TRp 2.870-34.77%
3BBNIRp 2,1 TRp 4.070-48.15%
4TLKMRp 1,09 TRp 3.080-22.42%
5UNVRRp 913,42 MRp 6.975-16.96%
6TOWRRp 667,94 MRp 685-14.91%
7HMSPRp 576,44 MRp 1.605-23.57%
8CPINRp 407,62 MRp 4.570-29.69%
9KLBFRp 363,02 MRp 1.165-28.09%
10PGASRp 353,61 MRp 855-60.60%

Daftar Net Buy Sejak Awal Tahun di Pasar Reguler

NoEmitenNet BuyHargaPerubahan
1SMGRRp 188,55 MRp 7.825-34,79%
2ADRORp 135,18 MRp 1.065-31,51%
3BNLIRp 130,64 MRp 1.115-11,86%
4JSMRRp 88,98 MRp 2.990-42,22%
5ITMGRp 65,73 MRp 7.825-31,81%
6GGRMRp 23,33 MRp 46.200-12,83%
7PWONRp 4,36 MRp 378-33,68%

Sumber: RTI Infokom

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...